Iduladha merupakan salah satu hari raya besar umat Islam yang diperingati setiap 10 Zulhijah. Pada momen tersebut, umat muslim dianjurkan melaksanakan salat Id berjamaah pada pagi hari, memperbanyak ibadah, hingga menyembelih hewan kurban bagi yang mampu. Tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, Idul Adha juga memiliki makna mendalam tentang keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian sosial terhadap sesama.
Selain ibadah kurban, terdapat sejumlah amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam saat Hari Raya Iduladha. Amalan-amalan ini menjadi bagian dari sunah Rasulullah SAW yang dapat menambah pahala sekaligus menyemarakkan syiar Islam. Meski demikian, sebagian sunah Iduladha masih jarang diketahui atau mulai ditinggalkan oleh masyarakat.
Berikut enam amalan sunah yang dianjurkan saat Iduladha melansir NU Online, Selasa (26/5).
1. Makan setelah salat Iduladha
Berbeda dengan Idulfitri yang dianjurkan makan sebelum salat Id, pada Iduladha umat muslim justru disunahkan makan setelah salat selesai dilaksanakan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah kurban.
Pada masa Rasulullah SAW, makanan yang dikonsumsi biasanya berupa kurma. Namun, masyarakat dapat menyesuaikannya dengan makanan pokok masing-masing daerah.
2. Mengumandangkan takbir sejak malam Iduladha
Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir mulai malam Hari Raya Iduladha hingga hari tasyrik terakhir, yakni 13 Zulhijah. Takbir dapat dikumandangkan di masjid, musala, rumah, maupun lingkungan sekitar sebagai bentuk mengagungkan Allah SWT.
Tradisi menghidupkan malam Idul Adha dengan takbir dan ibadah juga menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan dalam Islam.
3. Mandi sebelum salat Id
Sebelum berangkat melaksanakan salat Id, umat muslim disunahkan mandi terlebih dahulu. Tujuannya untuk membersihkan tubuh, menghilangkan bau tidak sedap, dan membuat badan lebih segar saat beribadah.
Mandi sunah Iduladha dapat dilakukan sejak pertengahan malam hingga sebelum berangkat ke tempat salat Id, namun waktu yang paling utama ialah setelah subuh.
4. Mengenakan pakaian terbaik dan bersih
Saat Iduladha, umat muslim juga dianjurkan memakai pakaian terbaik yang dimiliki, bersih, dan suci. Sebagian ulama menyebut pakaian berwarna putih lebih utama digunakan oleh laki-laki ketika salat Id.
Sementara bagi perempuan, dianjurkan mengenakan pakaian yang sederhana dan tidak berlebihan dalam berhias maupun memakai parfum.
5. Memakai wangi-wangian dan membersihkan diri
Amalan sunah lainnya adalah membersihkan diri seperti memotong kuku, merapikan rambut, serta memakai wangi-wangian secukupnya, terutama bagi laki-laki.
Dalam tradisi Islam, menjaga kebersihan dan penampilan saat hari raya menjadi bentuk penghormatan terhadap momen besar keagamaan sekaligus meneladani Rasulullah SAW.
6. Berjalan kaki ke tempat salat Id
Jika memungkinkan, umat muslim dianjurkan berjalan kaki menuju tempat pelaksanaan salat Id. Sunah ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Selain menambah pahala, berjalan kaki menuju masjid atau lapangan salat Id juga menjadi sarana mempererat silaturahmi karena dapat saling menyapa dan bersalaman dengan sesama muslim di perjalanan.
Iduladha jadi momentum tingkatkan ibadah
Iduladha bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial. Dengan menjalankan amalan-amalan sunnah tersebut, umat Islam diharapkan dapat meneladani ajaran Rasulullah SAW sekaligus meraih keberkahan di hari raya kurban.