logo alinea.id logo alinea.id

Kucumbu Tubuh Indahku, film LGBT wakili RI di Oscar

Film Kucumbu Tubuh Indaku karya Garin Nugroho yang bertema LGBT akan mewakili Indonesia di Piala Oscar.

Sukirno
Sukirno Jumat, 20 Sep 2019 01:59 WIB
Kucumbu Tubuh Indahku, film LGBT wakili RI di Oscar

Film Kucumbu Tubuh Indaku karya Garin Nugroho yang bertema LGBT akan mewakili Indonesia di Piala Oscar.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI Triawan Munaf mengapresiasi film karya sutradara Garin Nugroho, Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) sebagai wakil Indonesia untuk memperebutkan piala Oscar di kategori International Feature Film.

"Saya ucapkan selamat, untuk satu film nasional karya Garin yaitu Kucumbu Tubuh Indahku, yang terpilih sebagai wakil Indonesia di kategori International Feature Film untuk Oscars," kata Triawan di sela-sela pembukaan Akatara 2019 di Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (19/9).

Ia menyisipkan dukungan dan harapan bagi film tersebut agar bisa masuk sebagai nominasi utama dalam kategori tersebut di ajang Academy Awards ke-92 itu.

"Semoga bisa membawa nama Indonesia kepada dunia, karena kebanggan itulah yang diperlukan Indonesia saat ini," ujarnya.

Sebelumnya, pada Selasa (17/9), film Kucumbu Tubuh Indahku diumumkan oleh KSFI untuk mewakili Indonesia setelah menggeser dua kandidat kuat lainnya, Ave Maryam dan 27 Steps of May. Menurut KSFI, film yang menceritakan tentang penari lengger itu memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Dengan keputusan ini, Kucumbu Tubuh Indahku akan bersaing dengan film-film hebat dari negara lain seperti Parasite (Korea Selatan), Painted Bird (Ceko) dan Weathering with You (Jepang) untuk menjadi nominasi kategori tersebut.

Academy Awards ke-92 akan digelar di Dolby Theatre Hollywood Los Angeles, 9 Februari 2020.

Sponsored
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Salut Mas @garin_film Negri ini negara hukum.

A post shared by Triawan Munaf (@triawanmunaf) on

Kontroversial

Film Kucumbu Tubuh Indahku yang tayang di bioskop Indonesia pada 18 April 2019, setelah pertama kali diputar di Festival Film Internasional Venesia pada Agustus 2018, menjadi perbincangan publik. Mendapat apresisasi di luar negeri, tak berarti mulus di dalam negeri.

Sejumlah orang menolak film Garin. Ada tiga petisi online di Change.org yang menolak pemutaran film itu. Pertama, petisi bertajuk “Tolak Penayangan Film LGBT dengan Judul Kucumbu Tubuh Indahku Sutradara Garin Nugroho” yang dibuat Rakhmi Mashita.

Lalu, petisi bertajuk “Boikot/Tolak Penayangan Film Kucumbu Tubuh Indahku di Kota Balikpapan” yang dibuat Annisa Tang. Dan, petisi yang dibuat Budi Robantoro bertajuk “Gawat! Indonesia Sudah Mulai Memproduksi Film LGBT dengan Judul Kucumbu Tubuh Indahku”.

Di media sosial, sejumlah orang pun menolak pemutaran film itu. Penolakan pun datang dari Pemerintah Kota Depok. Pemkot Bogor belakangan juga mengkaji penayangan film itu di bioskop-bioskop Kota Hujan.

Penolakan dilakukan lantaran film ini mengandung unsur lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Tobing Jr merupakan salah seorang yang sudah menonton film ini. Ketua Komunitas Layar Kita di Bandung itu merasa, film ini tak sedikitpun membicarakan LGBT.

“Film itu berbicara tentang kehidupan penari lengger lanang di pedalaman Jawa Tengah. Film itu bercerita bagaimana tarian tersebut mampu menarik sisi feminin dari seorang pria,” katanya saat dihubungi, Jumat (26/4).

Ia mengatakan, jika pun film tersebut bercerita tentang hubungan sesama jenis, hal itu bukan sesuatu yang ingin ditonjolkan. Menurutnya, seseorang tidak dapat mengambil kesimpulan secara umum hanya berdasarkan satu contoh.

“Tidak semua penari lengger suka sesama jenis lho. Sama halnya kalau kita menemukan seorang PNS adalah seorang gay, apakah kita akan menggeneralisasi bahwa seluruh PNS gay? Tidak kan?” ujarnya. (Ant)