sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pelukis RI-Malaysia gelar pameran bersama di Candi Borobudur

Pameran pelukis RI-Malaysia ini akan berlangsung selama 21 Juli hingga 21 Agustus 2018.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 20 Jul 2018 15:14 WIB
Pelukis RI-Malaysia gelar pameran bersama di Candi Borobudur
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Sebanyak lima pelukis dari Indonesia dan Malaysia menggelar pameran bersama bertajuk "Transmogrification" di Limanjawi Art House di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah selama 21 Juli-21 Agustus 2018.

"Melalui pameran, menunjukkan saling kerja sama seniman Asia untuk dikenal publik luas internasional. Untuk memperkenalkan perkembangan seni rupa di Asia," kata pengelola Limanjawi Art House Borobudur yang juga Koordinator Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) 15 Umar Chusaeni di Borobudur, Jumat.

Mereka yang terlibat pameran itu, yakni Imam Santoso, Indra Dodi, Marsoyo dan Haris Abadi dari Indonesia. Sementara, dari Malaysia ada Shahrul Hisham.

Sekitar 25 karya lukisan yang umumnya bercorak kontemporer akan dipamerkan dalam pameran ini.

Umar menyebut pameran bersama oleh para seniman tersebut sebagai upaya memperkuat persahabatan antara dua negara bertetangga dekat, Indonesia dan Malaysia.

Imam Santoso yang juga konservator karya seni di Museum Nasional Jakarta itu, menyebut pameran di kawasan Candi Borobudur sebagai kesinambungan dari kegiatan sebelumnya di Perak, Malaysia pada 2017 antara dirinya dengan pelukis Shahrul Hisham.

"Sebelumnya, pada 2012 ada 'residensi' yang menghasilkan rencana membikin acara bersama setiap tahun seniman Malaysia dan Indonesia," ujar dia.

Ia menyebut pameran bersama di dekat Candi Borobudur istimewa karena selain sebagai kawasan warisan budaya dunia, tempat itu memiliki aktivitas seni budaya yang relatif intensif.

Sponsored

Suasana berpameran di kawasan Candi Borobudur, ujar dia, tentunya berbeda dengan pameran-pameran seni di kota-kota besar.

"Bagi seniman bisa saling menyemangati, termasuk untuk seniman-seniman di sekitar Candi Borobudur, saling membaca karya," kata dia.

 

Sumber: Antara

Berita Lainnya