sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pria di Jepang mendapat bayaran setelah tak melakukan apa-apa

Dalam pekerjaan ini, Shoji mengenakan tarif sebesar 10.000 Yen (Rp1.107.234) untuk satu kali sesi. 

Aditya Putera Pratama
Aditya Putera Pratama Senin, 08 Agst 2022 13:33 WIB
Pria di Jepang mendapat bayaran setelah tak melakukan apa-apa

Berapa banyak dari kita yang berharap bahwa kita dibayar untuk tidak melakukan apa-apa dan mungkin menjadi kaya secara ajaib. Nah, ada seorang pria yang telah mewujudkannya. Ya, nyata!

Bernama Shoji Morimoto, pria dari Jepang ini, tidak bekerja untuk mendapatkan uang dan itu adalah pekerjaannya yang sebenarnya, tidak melakukan apa-apa. Dalam pekerjaan ini, Shoji mengenakan tarif sebesar 10.000 Yen (Rp1.107.234) untuk satu kali sesi. 

Semuanya dimulai pada 2018, ketika Morimoto menganggur. Dia mendapat ide unik ini dan membuka akun Twitter bernama "Do Nothing Rent-a-Man" untuk mengiklankan layanannya. Sekarang, dia memiliki lebih dari 270.000 pengikut.

Dalam waktu kurang dari tiga tahun Morimoto, lulusan Fisika yang pernah bekerja sebagai penulis dan editor sebelum berhenti untuk “tidak melakukan apa-apa” ini, telah menerbitkan buku tentang pilihan karirnya dan bahkan menginspirasi sebuah drama televisi berjudul “Rental Nan mo Shinai Hito” atau "Sewa Orang yang Tidak Melakukan Apa-apa".

Dilansir dari Independent, ia mengatakan jasa ini sering disewa untuk menemani orang-orang yang berada di titik balik dalam hidup, atau ingin menulis ulang kenangan traumatis, atau menghadapi momen rentan yang mereka merasa tidak nyaman berbagi dengan teman atau keluarga.

"Saya hanya akan berada di sana, tanpa penilaian, dan jauh dari ruang pribadi mereka,” kata dia.

“Saya meminjamkan diri kepada mereka yang membutuhkan untuk tidak melakukan apa-apa, yang berarti saya tidak melakukan upaya khusus. Saya tidak memulai percakapan. Saya membalas obrolan, tetapi hanya itu," katanya lagi.

Pekerjaan ini termasuk ke dalam pekerjaan unik, karena di sekitar masyarakat jepang yang menuntut harus bekerja keras dan produktf. Namun, Shoji melihat ini sebagai tekanan bagi masyarakat ini sendiri.

Sponsored

Pekerjaan ini juga, dapat membantu bagi orang-orang yang mempunyai trauma dan sulit disembuhkan. Bagi negara sekelas Jepang yang menuntut masyarakatnya harus produktif, tentunya jasa ini cukup diperlukan.

 

Sumber: lifebeyondnumbers.com/

Berita Lainnya
×
tekid