close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Penangkapan Yoseline Hoffman. foto Twitter Fiscala de CDMX
icon caption
Penangkapan Yoseline Hoffman. foto Twitter Fiscala de CDMX
Sosial dan Gaya Hidup
Jumat, 02 Juli 2021 10:58

Pornografi anak, Youtuber wanita dengan 8,7 juta subscriber ditangkap polisi

Cerita berawal dari video pemerkosaan viral. Video yang membuat heboh itu kemudian dikomentari Yoseline.
swipe

Polisi menangkap Youtuber wanita asal Meksiko, Yoseline Hoffman karena pornografi anak. Influencer populer itu dilaporkan karena menyebut korban kasus perkosaan dengan sebutan kasar.

Cerita berawal dari kasus pemerkosaan yang videonya viral di media sosial. Video yang membuat heboh itu menunjukkan bahwa Ainara Suarez, seorang gadis berusia 16 tahun, sedang mabuk di sebuah pesta dan akhirnya menjadi korban pencabulan teman-teman prianya. Aksi itu juga direkam dengan kamera ponsel dan akhirnya beredar di media sosial.

Yoseline Hoffman membuat video komentarnya atas kejadian yang viral itu. Yoseline yang memiliki 87,4 juta subscriber di Youtube dan jutaan pengikut di media sosial lainnya, mengaku menyimpan video tersebut dan memutarnya. Ia juga melabeli Ainara dengan sebutan 'pelacur'.

Seperti dikutip Viraltab, Polisi menangkap Yoseline Hoffman di Mexico City pada Selasa malam, (29/6). Penangkapannya dilakukan menyusul pengaduan hukum yang diajukan oleh pengacara yang mewakili Ainara Suarez. Mereka menilai  influencer berusia 30 tahun itu telah melakukan kejahatan pornografi anak.

Bagian dari pernyataan itu berbunyi: "Seorang YouTuber 'feminis' yang terkenal menyebutnya (korban) 'pelacur' dan mengaku di jejaring sosial atas kejahatan pornografi anak dengan menyatakan bahwa dia telah menerima, memutar, dan menyimpan video tersebut."

Tim hukum pelapor sebelumnya mengeluarkan pernyataan pada bulan Maret untuk menyeret empat tersangka pemuda yang dituduh sebagai pelaku kekerasan seksual yang terjadi pada 25 Mei 2018 tersebut. 

Para pengacara menuduh Nicolas, Carlos, Julian dan Axel memperkosa Ainara, yang saat itu berusia 16 tahun. Hukum Meksiko mengatagorikan usia di bawah 17 tahun sebagai anak-anak. 

Pernyataan itu menjelaskan bagaimana Ainara dalam keadaan mabuk ketika keempat tersangka, yang saat itu masih remaja, melakukan kekerasan seksual dengan botol sampanye dan kemudian merekamnya.

Para tersangka kemudian membagikan video tersebut di media sosial, dan menjadi viral. Situasi itu berdampak pada kesehatan mental korban, di mana Ainara harus menjalani terapi selama satu setengah tahun.

Yoseline dan seorang pria, Patricio membahas insiden itu pemerkosaan itu dalam sebuah video yang berjudul "Generasi yang Menyedihkan" di akunnya @YosStop. Tayangan telah dilihat jutaan kali. Dalam konten tersebut, Yoseline membuat pernyataan yang menyebut Ainara sebagai 'pelacur' sehingga akhirnya dilaporkan.

Setelah penangkapannya, Yoseline dibawa ke penjara wanita setempat. Tidak jelas apakah dia tetap dalam tahanan preventif atau apakah dia telah dibebaskan dengan jaminan.

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan