logo alinea.id logo alinea.id

4 fakta film Kucumbu Tubuh Indahku

Sejumlah orang menolak penayangan film Kucumbu Tubuh Indahku, karena menilai film ini mengandung unsur LGBT.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 02 Mei 2019 13:32 WIB
4 fakta film Kucumbu Tubuh Indahku

Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Ahmad Yani mengaku, sebenarnya penolakan sudah terasa sejak cuplikan Kucumbu Tubuh Indahku muncul di situs Youtube. Cuplikan itu diunggah pertama kali oleh Fourcolours Films pada 2 September 2018.

“Sejumlah orang pun sudah melayangkan protes kepada LSF. Karena di trailer-nya itu terdapat adegan-adegan yang tidak tepat,” tuturnya saat dihubungi, Jumat (26/4).

Yani meluruskan, cuplikan yang beredar di Youtube belum melewati sensor LSF. Sedangkan film yang sudah tayang di bioskop, kata Yani, telah melalui sensor dari LSF.

“Tidak ada adegan yang menonjolkan seperti itu (di bioskop),” ujarnya.

Sponsored

Yani melanjutkan, cuplikan yang beredar di Youtube tidak masuk ranah LSF. Sebab, kata dia, LSF tak pernah mengunggah apa pun cuplikan film di Youtube.

“Di filmnya tidak persis seperti itu, kita sudah melakukan penyensoran, dan film itu sudah aman untuk ditonton sesuai usianya,” kata Yani.

Di Indonesia film ini mendapatkan respons negatif sejumlah pihak.

Membaca peluang Garbi menjadi partai politik

Membaca peluang Garbi menjadi partai politik

Rabu, 17 Jul 2019 20:50 WIB
Jalan sunyi seorang perias jenazah

Jalan sunyi seorang perias jenazah

Selasa, 16 Jul 2019 18:23 WIB