sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Learning loss era Covid-19

Kompetensi anak-anak sekolah di Indonesia diprediksi menurun selama penutupan sekolah dan kegiatan pembelajaran jarak jauh diberlakukan.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Minggu, 22 Agst 2021 11:07 WIB
Learning loss era Covid-19

Kompetensi anak-anak sekolah di Indonesia diprediksi menurun selama penutupan sekolah dan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) diberlakukan saat pandemi Covid-19. Penurunan kemampuan siswa itu (learning loss) terutama bakal dirasakan pada anak-anak yang usianya tergolong usia emas alias 0-6 tahun. 

Pengamat pendidikan Andreas Tambah mengatakan besarnya potensi learning loss anak-anak usia emas tergambar dari menurunnya jumlah siswa di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Menurut dia, kebanyakan PAUD hanya mengajar 15-20% peserta didik dari total kapasitas murid di PAUD pada awal pandemi. 

Meskipun angkanya naik pada tahun kedua, banyak PAUD masih kesulitan beroperasi atau bahkan tutup total karena dampak pandemi. "Mungkin, pangkalnya, sekolah yang tidak menyiasati situasi dengan baik sehingga jumlah peserta didiknya relatif sangat rendah sekali," ucap Andreas kepada Alinea.id, belum lama ini.

Terpuruknya perekonomian keluarga menjadi salah satu penyebab orang tua enggan menyekolahkan anaknya di PAUD. Meskipun situasinya serba sulit, Andreas berharap, orang tua tidak melupakan pendidikan anak usia dini. "Usia emas itu sangat krusial untuk membantuk karakter siswa. Tapi, catatannya antara materi PAUD dan SD harus nyambung," kata dia.

Sponsored

Dalam laporan yang dirilis Oktober lalu, World Bank memperkirkan siswa kehilangan rata-rata sekitar setengah tahun pembelajaran karena PJJ dan penutupan sekolah dari periode Maret hingga September 2020. Itu setara dengan 16 poin PISA (Programme for International Student Assessment). Poin PISA mengukur kemampuan anak usia 15 tahun untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan membaca, matematika, serta sains.

Dalam jangka panjang, penutupan sebagian besar sekolah hingga September 2020 diproyeksikan akan mengakibatkan hilangnya pendapatan seumur hidup yang setara dengan US$ 222,4 miliar atau sekitar Rp3.336 triliun) pada 68 juta siswa. Angka itu setara dengan 19,9% dari nilai produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2019. 
Infografik Alinea.id/Firgie Saputra

Berita Lainnya