sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Upaya stasiun televisi bertahan di tengah sepinya iklan

Tayangan ulang jadi strategi bertahan di tengah ketatnya biaya operasional.

Fajar Yusuf Rasdianto
Fajar Yusuf Rasdianto Selasa, 16 Jun 2020 09:43 WIB
Upaya stasiun televisi bertahan di tengah sepinya iklan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 68079
Dirawat 33135
Meninggal 3359
Sembuh 31585

Lembaga pemerating Nielsen mencatat, sejak awal Maret 2020 jumlah penonton televisi di Indonesia telah melonjak tajam. Hasil pantauan Television Audience Measurement (TAM) yang dilakukan Nielsen di 11 kota sejak 11-18 Maret 2020 menunjukkan, rata-rata kepemirsaan televisi meningkat 13,8% atau 1 juta orang dalam sepekan.

Tingginya rating televisi selama pandemi ini pun berdampak pada pendapatan iklan di industri media. Laporan Nielsen Advertising Intelligence (Ad Intel) memperlihatkan, sepanjang Maret 2020, frekuensi iklan televisi melambung tinggi untuk beberapa produk kesehatan, termasuk vitamin, suplemen, dan obat-obatan.

Sayangnya, memasuki bulan April pendapatan iklan industri media anjlok seiring imbas pandemi. 

Per pekan pertama April 2020, pendapatan iklan media hanya Rp4,1 triliun. Lalu pada pekan kedua, belanja iklan kembali susut menjadi Rp4 triliun dan pada 19 April semakin turun hingga Rp3,5 triliun.

Sponsored

Turunnya jumlah iklan pada dua kategori itu pun berdampak cukup dalam bagi industri media, khususnya televisi. Hal inilah yang mendorong beberapa stasiun televisi swasta kategori hiburan menayangkan ulang sinetron jadul demi menghemat biaya operasional.

Simak artikel lengkapnya disini.

Stasiun televisi swasta menayangkan ulang sinetron jadul demi menghemat biaya operasional di tengah turunnya pendapatan iklan. Alinea.id/Dwi Setiawan.

Berita Lainnya