sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kominfo blokir internet di Papua dan Papua Barat

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir layanan data internet di Papua dan Papua Barat.

Sukirno
Sukirno Rabu, 21 Agst 2019 20:43 WIB
Kominfo blokir internet di Papua dan Papua Barat

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir layanan data internet di Papua dan Papua Barat.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu mengatakan pemblokiran dilakukan guna mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan sekitarnya.

"Setelah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, Kemenkominfo memutuskan untuk melakukan pemblokiran sementara layanan data telekomunikasi," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Alinea.id, Rabu (21/8) malam.

Dia menjelaskan, pemblokiran dilakukan mulai hari ini, Rabu (21/8) hingga suasana Tanah Papua kembali kondusif dan normal.

Sehari sebelumnya, Kominfo sempat memberlakukan perlambatan akses Internet (throttling) setelah kerusuhan terjadi di beberapa titik di wilayah Papua, Senin (19/8).

"Kementerian Kominfo telah melakukan pelambatan akses atau bandwidth di beberapa wilayah yang terjadi aksi massa di Papua, pada Senin (19/8), seperti Manokwari, Jayapura, dan beberapa tempat lain," kata Ferdinandus Setu.

Perlambatan akses dan bandwidth di Papua itu dilakukan secara bertahap mulai pukul 13.00 WIT. Mulai pukul 20.30 WITA, akses Internet di sejumlah wilayah Papua mulai pulih menyusul kondisi yang semakin kondusif.

"Tujuan throttling adalah untuk mencegah penyebaran hoaks yang luas dan memicu aksi," kata Ferdinandus.

Sponsored

Kominfo, lanjut Ferdinandus, menemukan dua informasi hoaks yang menyebar terkait kerusuhan di beberapa wilayah di Papua yaitu hoaks berupa foto warga Papua yang tewas akibat dipukul aparat di Surabaya dan informasi hoaks yang menyebutkan Polres Surabaya menculik dua orang pengantar makanan untuk mahasiswa Papua.

Kominfo meminta warganet untuk tidak menyebarkan hoaks, disinformasi, maupun ujaran kebencian yang mengandung SARA. (Ant)