sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Program kreator dari Youtube untuk menyemangati jurnalis independen

Marchel belum memiliki akun Youtube saat mengikuti Creator Program for Independent Journalist.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Sabtu, 26 Mar 2022 16:26 WIB
Program kreator dari Youtube untuk menyemangati jurnalis independen

Banyak orang beralih ke Youtube untuk mendapatkan berita yang kredibel dan dari sumber yang terpercaya. Karena itu, Youtube menggelarkan visualisasi acara yang mengupas cara efektif bercerita di Youtube bersama para kreator dan jurnalis independen.

Bertajuk 'Cara Efektif Bercerita di YouTube' dan dipandu oleh Jason Tedjasukmana, Head of B2B and Corporate Communications Google Indonesia, tayangan itu telah disaksikan Alinea, Kamis (24/3).

"Menurut kami, mendukung pertumbuhan ekosistem berita yang sehat adalah sesuatu yang super penting. Demikian juga berita yang berkualitas. Di Youtube, sudah banyak media besar memiliki kanal dengan jutaan subscriber," kata Jason.

Menurut Jason, saat ini para pembuat berita tidak harus memiliki ruang redaksi. Dengan smartphone atau kamera sederhana, mereka tetap dapat merekam gambar atau audio berkualitas tinggi. Tapi satu hal yang sama untuk semua jurnalisme berkualitas tinggi adalah kemampuan untuk menceritakan sebuah kisah yang bisa menarik perhatian orang lain.

Itulah mengapa pada tahun 2021, Google mengumumkan dua program baru di Youtube untuk mendanai dan mendukung jurnalis independen dan ruang redaksi berbasis digital.

Jason memandu diskusi tentang salah satu program baru itu, bernama Creator Program for Independent Journalist. Bersamanya hadir Andika Renaldo Asry dari Youtube,  Marchel Thee dari Monograph, dan Aidil Ichlas dari TheoMentawai.

"Ini pertama kali Google dan Youtube Indonesia membikin kreator program untuk jurnalis. Sudah enam bulan berjalan dari rencana satu tahun. Program ini fokusnya bagaimana mengembangkan jurnalisme melalui platform Youtube," kata Andika, Partnerships Acquisitions Manager untuk Youtube Indonesia.

Dijabarkannya bahwa bidang jurnalisme sangat luas. Program ini sebenarnya mau meyakinkan jurnalis ketika bergabung di Youtube menjadi kreator itu mereka bisa maju secara baik. Juga tentunya manajer Youtube bisa membantu dari segi strategi pengembangan konten dan secara pemilihan topik-topik seperti apa, dan juga branding-nya yang penting. "Karena kalau konten bagus, tapi pemasarannya kurang baik, nanti kontennya tidak bisa terdistribusi dengan baik juga. Jadi itu yang telah kami lakukan selama enam bulan ini," cetus Andika.

Sponsored

Dikatakannya, tujuan yang ingin dicapai, yaitu kesinambungan dari program tersebut. Jadi yang diinginkan para peserta ketika program selesai, bukan berarti setelah itu tidak produktif lagi di Youtube.

"Tentu kami ingin mereka terus menginspirasi lebih banyak jurnalis lagi dan yang lebih penting kesinambungan dari channel mereka sendiri. Nanti juga kita akan bicara bagaimana untuk memonetisasi konten, bagaimana supaya frekuensi upload tetap konsisten, produksi semakin meningkat," ujar Andika.

Peran Andika sebagai mitra manajer bagi peserta yang terpilih, yaitu Marchel dan Aidil. Jadi tugasnya bagaimana memastikan konten buatan Marchel dan Aidil benar-benar terjaga baik, makin lama makin berkembang. "Yang paling unik, kita bertiga tidak pernah ketemu secara pribadi. Aidil berdomisili di Padang, Marchel di Jabodetabek. Walaupun dalam kondisi virtual, semua tetap bisa berjalan. Yang terpenting kita punya rasa percaya satu sama lain," katanya.

Marchel belum memiliki akun Youtube saat mengikuti Creator Program for Independent Journalist. Dia ingin bergabung dan ingin mempelajari banyak hal dari program ini.

"Saya pribadi banyak mengikuti channel Youtube, seperti berita-berita dari luar. Yang menarik, kita di masa transisi di mana berita dikomunikasikan dengan begitu banyak cara, khususnya secara visual. Ada yang sangat formal, ada yang masih menggunakan cara-cara lama, seperti media lama, entah media cetak dan televisi. Ada juga yang sangat dinamis, dengan cara yang sangat baru," seru Marchel.

Dia mencari cara komunikasi yang menggabungkan kedua hal itu. Latar belakang dirinya berkecimpung di media yang cukup lama, jadi dia mengenal dua hal tersebut. "Saya tahu Youtube sangat mengedepankan visual. Jadi bagaimana cara mengomunikasikan berita atau informasi dengan menarik dan konsisten," imbuhnya.

Kanal buatannya bernama Monograph. "Cara yang saya terapkan berbasis dokumenter yang saya suka tonton di channel Youtube. Saya suka Fox News, juga Vice yang saya sempat bekerja sama di mana mereka memiliki dokumenter-dokumenter pendek dan juga explainer yang sangat dinamis, batasan antara kasual dan formalnya enak sekali, tetap informatif tapi tidak menjenuhkan bagi generasi sekarang yang biasa menerima informasi dengan begitu cepat. Itu yang jadi fondasi ide dari Monograph," lanjutnya.

Marchel mengatakan, tagar Monograph adalah "telling the story within the story". Katanya, banyak sekali berita sehari-hari yang dihadapi, tapi di dalam cerita itu sebenarnya banyak sekali cerita lagi yang lebih mendalam. "Itu yang ingin saya gali. Di kehidupan saya di media dari dulu pun itu yang menarik bagi saya," bubuhnya.    

Sementara Aidil mengisi konten di Youtube sejak beberapa tahun lalu. Tapi dia mengakui, waktu itu belum serius. Awalnya tayangan atau konten produksinya itu adalah berita-berita kiriman dia ke tempatnya bekerja dulu yang tidak ditayangkan.

"Saya dulu wartawan televisi, statusnya kontributor, beritanya tidak pasti tayang. Banyak berita saya yang waktu itu tidak tayang dan karena saya rasa berita itu bagus dan penting, saya juga tidak mau mubazir. Saya bikin akun Youtube, terus diunggah di sana. Tapi memang tidak serius," ucap Aidil.

Makin lama berita unggahannya di Youtube makin banyak. Mulai dari berita langsung, liputan-liputan peristiwa, dan macam-macam lagi. Itu sudah berjalan delapan tahun, sekadar tempat berbagi informasi, dan mungkin juga kekalutan dia. "Karena berita tidak ditayangkan, rasanya mubazir, sementara isinya harus ditonton publik," alasannya.

Akhirnya pada suatu hari Aidil mendapat informasi dari Youtube bahwa ada program perdana, yakni program kreator untuk jurnalis independen. Dia merasa pas sekali, karena semua orang sudah banyak yang memiliki ponsel dengan fasilitas aplikasi Youtube.

"Bahkan berita-berita besar baik di Indonesia maupun luar negeri sudah tampil di Youtube. Saya rasa penonton televisi itu tidak lagi di layar kaca, tidak lagi di rumah, tapi sudah di tangan, di Youtube," tuturnya seraya menambahkan bahwa dia ingin memberitakan hal-hal yang kurang terdengar atau mungkin luput diberitakan selama ini.

Berita Lainnya