close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Anwar Ibrahim. Foto Alinea
icon caption
Anwar Ibrahim. Foto Alinea
Media
Kamis, 12 Januari 2023 13:45

Sisi lain dari gempuran humas PM Malaysia Anwar Ibrahim

Jika Anwar dan Kabinetnya tidak memenuhi harapan, itu akan menjadi bumerang bagi mereka.
swipe

Gejolak hubungan masyarakat yang dimulai tak lama setelah Anwar Ibrahim mengambil sumpah jabatannya sebagai Perdana Menteri Malaysia dapat menjadi bumerang bagi ketua Pakatan Harapan (PH). Itu jika ia gagal memenuhi citra yang dipromosikan kepada masyarakat. Demikian peringatan seorang pakar komunikasi.

Upacara pengambilan sumpah Anwar, yang berlangsung pada 24 November tahun lalu, diikuti oleh sejumlah gambar di media sosial yang menunjukkan tumpukan kertas dan file di mejanya. Serta unggahan tentang bagaimana perdana menteri yang baru terus sibuk bekerja, bahkan di akhir pekan.

Sementara itu, tim komunikasi PH tampaknya telah bekerja dua kali untuk mempromosikan ketuanya itu kepada pengguna internet.

Pakar kehumasan berpengalaman Syed Arabi Syed Abdullah Idid mengatakan upaya seperti itu diperlukan karena Anwar selama dua dekade dikenal sebagai pemimpin oposisi.

"Sekarang setelah dia diangkat menjadi perdana menteri, dia harus memproyeksikan citra seorang perdana menteri, yang sangat berbeda dari citra seorang pemimpin oposisi," tambah Syed Arabi, profesor komunikasi di International Islamic University Malaysia.

"Dia perlu menunjukkan bahwa dia adalah orang yang memiliki otoritas, yang peduli pada rakyat dan merasa nyaman dengan para bangsawan dan pegawai negeri."

Tapi sementara upaya publisitas seperti itu akan membuahkan hasil, katanya, Anwar perlu menunjukkan bukti pencapaiannya dalam beberapa bulan ke depan.

"Ujian sebenarnya akan datang ketika dia menyajikan anggaran," katanya. "Apakah akan lebih baik dari anggaran Ismail Sabri Yaakob (PM sebelumnya-Red)?"

Anwar, yang juga menggengam portofolio keuangan, dijadwalkan untuk mempresentasikan anggaran 2023 pada Februari, setelah mengajukan anggaran mini bulan lalu.

Syed Arabi, yang telah mempelajari kampanye politik yang mencakup beberapa pemilihan umum, juga mengatakan bahwa rekaman kerja keras Anwar bisa saja dirilis untuk menangkis kritik mantan perdana menteri Dr Mahathir Mohamad, yang baru-baru ini menyuarakan keraguan tentang kemampuan presiden PKR untuk memimpin negara.

Dia mengatakan banyak dari pernyataan Anwar diarahkan untuk menarik perhatian, meskipun dalam jangka panjang, dia perlu berhati-hati karena pernyataan perdana menteri memiliki implikasi bagi negara.

"Pemilih akan melihat pernyataannya sekarang dan menagih konsekuensinya," katanya. "Mereka ingin melihat programnya dan pelaksanaannya. Kita harus menunggu dan melihat."

Dalam upaya tim komunikasi PH untuk menekankan bahkan langkah-langkah yang diambil oleh perdana menteri sebelumnya, Syed Arabi mengatakan tim komunikasi Anwar tampak lebih mahir dalam penggunaan media sosial daripada pendahulunya, Ismail.

"Ismail tampaknya tidak mendapat dukungan bahkan dari kabinetnya sendiri," tambahnya. "Dia akan membuat pernyataan, tetapi tidak mendapat dukungan. Kabinetnya tidak terlihat seperti bekerja sebagai sebuah tim."

Dia tetap menegaskan bahwa membangun harapan adalah pedang bermata dua. "Jika Anwar dan Kabinetnya tidak memenuhi harapan, itu akan menjadi bumerang bagi mereka," katanya.

“Inilah yang terjadi pada PH 1.0,” imbuhnya merujuk pada pemerintahan PH sebelumnya yang dipimpin Mahathir yang tumbang setelah 22 bulan berkuasa.

img
Arpan Rachman
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan