sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

12 petugas Satpol PP bobol Bank DKI terancam dipecat 

Dari 12 anggota Satpol PP yang melakukan pembobolan Bank DKI, 5 di antaranya petugas Satpol PP Jakarta Timur.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 20 Nov 2019 21:27 WIB
12 petugas Satpol PP bobol Bank DKI terancam dipecat 
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, mengatakan sebanyak 12 pegawai tidak tetap (PTT) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP DKI) yang diduga terlibat dalam pembobolan ATM Bank DKI akan dibebastugaskan.

“Seluruhnya sudah dibebastugaskan. Itu saja. Nanti kalau ancaman terhadap mereka, bisa dilakukan pemecatan," kata Arifin saat dikonfirmasi di Jakarta pada Rabu (20/11).

Meski demikian, Arifin masih menunggu hasil pemeriksaan untuk bisa menentukan langkah selanjutnya ihwal status 12 petugas Satpol PP yang melakukan pembobolan itu.

“Anggota saya yang melakukan pelanggaran semacam itu yang disebutkan tentunya sudah saya ambil tindakan tegas, sudah dibebastugaskan, dan sanksinya akan mengarah pada pemecatan,” ujar dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Uus Kuswanto, mengatakan dari 12 anggota Satpol PP yang melakukan pembobolan Bank DKI, 5 di antaranya petugas Satpol PP yang bertugas di wilayah Jakarta Timur. Mereka dipecat sebab terlibat dalam dugaan kasus pembobolan uang di Bank DKI melalui ATM.
 
"Menurut informasi memang betul ada pegawai tidak tetap Satpol PP Jaktim yang kena (dibebastugaskan)," kata Uus Kuswanto.

Lima pegawai tidak tetap tersebut, kata Uus, baru beberapa bulan terakhir bekerja di Jakarta Timur, setelah sebelumnya bertugas di kantor Satpol PP Provinsi DKI Jakarta. "Mereka baru bertugas di Jakarta Timur, sebelumnya di Satpol PP Provinsi DKI," kata Uus.

Sebelumnya, peristiwa pembobolan tersebut bermula saat para pelaku mengambil uang dari rekening Bank DKI, yang digunakan untuk pembayaran gaji dari Pemprov DKI. Pengambilan uang dilakukan melalui ATM Bersama. 

Setelah uang keluar dari mesin ATM, mereka menyadari uang di rekening tidak berkurang. Saat melakukan transfer dana ke rekening lain, saldo di rekening mereka juga tidak berubah. Menyadari hal itu, para oknum Satpol PP ini pun kembali melakukan pengambilan uang berulang kali tanpa ada pengurangan di rekening.

Sponsored

Arifin tak memastikan jumlah uang yang dibobol dari Bank DKI. Namun, menurut kabar yang beredar, jumlah yang berhasil didapatkan mencapai angka Rp13 miliar. Dari pengakuan para pelaku, Arifin menyebut transaksi tersebut dilakukan sejak Mei hingga Agustus 2019 lalu.

Berita Lainnya