close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Tiga daerah berstatus siaga tsunami akibat guncangan gempa bumi 7,4 magnitudo di Banten dan Lampung. / Antara Foto
icon caption
Tiga daerah berstatus siaga tsunami akibat guncangan gempa bumi 7,4 magnitudo di Banten dan Lampung. / Antara Foto
Nasional
Jumat, 02 Agustus 2019 20:28

3 wilayah siaga tsunami akibat gempa Samudera Hindia

Tiga daerah berstatus siaga tsunami akibat guncangan gempa bumi 7,4 magnitudo di Banten dan Lampung.
swipe

Tiga daerah berstatus siaga tsunami akibat guncangan gempa bumi 7,4 magnitudo di Banten dan Lampung.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga tsunami untuk Pandeglang Banten bagian Selatan, Pulau Panaitan Banten, dan Lampung Barat Pesisir Selatan setelah gempa berkekuatan 7,4 magnitudo terjadi di sekitar daerah itu, Jumat (2/8) malam.

Gempa dengan kedalaman 10 KM itu terjadi pada pukul 19.03 WIB dan terasa hingga ke Jakarta dan sebagian Jawa Barat.

Selain tiga daerah ditetapkan siaga, berdasarkan pemodelan, beberapa daerah juga ditetapkan status waspada.

Untuk wilayah Banten, status ini mencakup pada Serang bagian Barat, Pandeglang bagian Utara dan Lebak. Hal yang sama juga untuk daerah pesisir Ujung Genteng, Sukabumi.

Sementara untuk wilayah Lampung, status waspada ditetapkan untuk Tanggamus Pulau Tabuan, Tanggamus Bagian Timur, Lampung-Selatan Kep. Krakatau, Lampung-Selatan Kep. Lagundi, dan Lampung-Barat Pesisir Tengah.

Status ini juga berlaku untuk Lampung wilayah Barat Pesisir Utara, dan Lampung-Selatan Kepulauan Sebuku.

Tak hanya Lampung dan Banten, daerah Bengkulu juga dikenakan status waspada untuk daerah Pulau Enggano, Kaur, Bengkulu Selatan, dan Seluma.

Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa dirasakan kuat selama lima detik di Gedung BNPB Jakarta Lantai 11.

Sementara di Pandeglang, masyarakat terpantau panik dan keluar dari rumah mereka karena jarak dengan sumber gempa hanya 85 Km.

Sampai berita ini diturunkan, BPBD Prov. Banten masih terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota.

Kerusakan

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten belum menerima laporan kerusakan infrastuktur maupun bangunan rumah warga, juga korban jiwa akibat gempa berkekuatan 7,4 yang terjadi Jumat malam.

"Kami belum menerima laporan relawan kecamatan dampak yang ditimbulkan gempa cukup besar itu," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi di Lebak.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada 147 barat daya Sumur-Banten dengan kedalaman 10 Km dan Lintang : 7.54 LS Bujur : 104.58 BT.

BPBD Lebak siap melaksanakan evakuasi dan pertolongan jika terjadi kerusakan maupun korban akibat gempa.

Saat ini, BPBD siaga dan mengerahkan seluruh relawan kecamatan untuk melaksanakan pemantauan agar tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.

"Kami sejauh ini belum menerima laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa itu," katanya.

Sementara itu, warga pesisir selatan Kabupaten Lebak mengungsi ke tempat perbukitan guna menghindari bencana gempa dan tsunami.

"Kami belum menerima laporan kerusakan, namun warga mengungsi karena gempa cukup besar," kata Erwin, tokoh warga Pantai Sawarna Kabupaten Lebak. (Ant)

img
Sukirno
Reporter
img
Sukirno
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan