sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Anies Baswedan: Kasus Covid-19 di Jakarta meningkat selama Ramadan

Hal ini karena masyarakat kerap keluar rumah, terutama pada sore dan malam hari selama Ramadan.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Rabu, 20 Mei 2020 13:55 WIB
Anies Baswedan: Kasus Covid-19 di Jakarta meningkat selama Ramadan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25773
Dirawat 17185
Meninggal 1573
Sembuh 7015

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jumlah warga terinfeksi Covid-19 di Ibu Kota kembali mengalami peningkatan selama Ramadan. Anies berharap masyarakat berdisiplin agar angka penularan Corona dapat kembali ditekan.

"Di bulan Mei, jumlah laporan kasus per hari mengalami peningkatan kembali, seakan kita menuju gelombang II. Ini terjadi utamanya justru sesudah bulan suci Ramadhan," kata Anies dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu (20/5).

Dia menjelaskan, sebelumnya Jakarta berada pada fase penurunan kasus harian Covid-19. Hal itu mulai terjadi pada Maret 2020 hingga awal penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di bulan April. 

Penurunan jumlah kasus harian Corona pada Maret 2020, terjadi karena adanya peningkatan masyarakat yang beraktivitas di dalam rumah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Universitas Indonesia (UI), dari semula hanya 40% warga yang berada di rumah, jumlahnya melonjak menjadi 60%.

"Bahkan di DKI Jakarta, hampir 60% berada di rumah saja. Melonjak signifikan dari sekitar 40% ke 60%. Dari semua provinsi di Jawa, lompatan Jakarta paling tinggi. Artinya apa? Artinya ada keseriusan warga Jakarta untuk menangkis penularan," kata Anies.
 
Dua kemudian, sebagaimana diprediksi penelitian tersebut, terjadi penurunan jumlah kasus harian Covid-19. Sayang, sejak awal bulan puasa atau Ramadan 1441 Hijriah, tren kasus mulai tumbuh lagi. 

Anies mengatakan, hal ini terjadi akibat kecenderungan masyarakat yang keluar rumah pada sore dan malam hari. Ia pun berharap agar warga Ibu Kota dapat menahan diri untuk tetap berada di dalam rumah.

"Bila kita ingin menuntaskan ini, maka kita harus disiplin berada di rumah. Di sore dan malam hari, tetap berada di rumah. Tujuan kita adalah membawa laporan kasus ini turun kembali ke bawah," ucapnya.

Anies menekankan, seluruh warga DKI Jakarta punya kepentingan menarik tren kasus harian agar kembali melambat. Di sisi lain, ia juga memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PSBB di wilayahnya selama 14 hari, setelah PSBB periode kedua berakhir pada 21 Mei 2020.

Sponsored

"PSBB akan kita perpanjang 14 hari lagi," ucapnya. (Ant)

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 16:49 WIB
Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Kamis, 28 Mei 2020 17:45 WIB
Berita Lainnya