sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Belajar menghadapi Covid-19 dari Singapura

Singapura melakukan tes Covid-19 dengan cepat dan akurat dalam jumlah besar.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 10 Apr 2020 16:31 WIB
Belajar menghadapi Covid-19 dari Singapura

Singapura salah satu negara dengan respon penanganan Covid-19 yang efektif. Sejak kasus pertama diumumkan, pada 23 Januari 2020, per 9 April Singapura hanya mencatatkan 884 kasus positif dengan jumlah enam kematian. 

Mantan Direktur Kebijakan Riset dan Koperasi World Health Organization (WHO) Tikki Pangestu mengungkapkan, dalam dimensi kesehatan Singapura melakukan tes dengan cepat, akurat, dan dalam jumlah besar untuk menemukan kasus positif Covid-19. 

Selain itu, pemerintah Singapura menyarankan, penduduk mereka melakukan isolasi bila diperlukan dan menelusuri kontak dari pasien positif Covid-19.

Kedua, membatasi pergerakan dan melakukan social distancing dengan pelarangan bepergian dan kerja dari rumah. "Membatasi pertemuan berskala besar dan pergerakan orang seperti saat imlek," kata Tikki dalam sesi webinar CSIS, Jumat (10/4). 

Selain itu, Singapura juga menyadari, pentingnya melindungi pekerja kesehatan dengan alat pelindung diri yang baik. Sebab, mereka menjadi garda terdepan dalam menghadapi Covid-19.

"Apa yang terjadi di Indonesia, saya pikir sangat tragis karena kehilangan lebih dari 20 dokter akibat Covid-19," beber dia.

Keempat, lanjut Tikki, Singapura menerapkan sistem informasi yang sangat baik melalui big data dan Artificial Intelligent (AI) untuk melacak kasus positif dalam suatu populasi. Hal ini, menurut dia, juga dilakukan dengan baik oleh Tiongkok.

Kelima, kata Tikki, yang tak kalah penting, adalah komunikasi publik yang transparan. Hal ini, termasuk dalam mengatasi kabar bohong dan hoaks.

Sponsored

Sementara dalam dimensi sosial, Tikki mengatakan, Singapura telah melakukan banyak hal untuk menguatkan kepercayaan publik kepada pemerintah mereka.

Di mensi pertama, menurutnya, tata kelola yang baik. Tikki mengatakan, koordinasi antara kementerian dan lembaga pemerintah di Singapura berjalan dengan baik. 

Gugus kerja antar kementerian Singapura, lanjut Tikki, memiliki alur tugas dan tanggung jawab yang jelas. Aspek kedua, dari sisi pemerintah Singapura, memiliki keberanian untuk mengambil kebijakan tak populer. Bahkan, mengorbankan modal politik demi kebaikan masyarakat.

Aspek ketiga, dalam hal tata kelola yang dilakukan pemerintah Singapura adalah membuka saluran informasi dan komunikasi untuk membangun kepercayaan publik.

"Saya masih kagum, melihat bagaimana detail setiap kasus Covid-19 di Singapura. Ke mana saja orang itu bepergian, kondisi saat ini, umur mereka, semuanya bisa kami akses online," tuturnya.

Ke depan, lanjut Tikki, semua negara membutuhkan sistem kesehatan yang kuat, responsif, resilien, dan berkelanjutan untuk menghadapi pandemi di masa depan. "Biarlah Covid-19 ini menjadi alarm untuk negara-negara lain, kalau kalian harus menguatkan sistem kesehatan," tandas Tikki.

Berita Lainnya