logo alinea.id logo alinea.id

Belajar online, istri teroris Sibolga lebih radikal

Solimah yang tewas meledakkan diri, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah, belajar dari online dan percaya masuk surga.

Sukirno
Sukirno Jumat, 15 Mar 2019 01:52 WIB
Belajar online, istri teroris Sibolga lebih radikal

Solimah yang tewas meledakkan diri, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah, belajar dari online dan percaya masuk surga.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan pelaku bom Sibolga Solimah mempercayai bahwa bom bunuh diri merupakan jalan cepat menuju surga.

"Suami pelaku mengatakan bahwa istrinya lebih radikal daripada dirinya, bahkan dapat membuat bom," kata Kapolri dalam orasi di Konvensi Nasional Pendidikan Nasional (Konaspi) IX di Padang, Kamis (14/3).

Menurut pengakuan dari suaminya, lanjut Kapolri, pelaku ini mempelajari secara online atau dalam jaringan (daring).

Mereka seperti serigala yang berjalan sendirian mencari mangsa. Mereka tidak memiliki jaringan yang luas namun memperkaya pengetahuan melalui situs radikal.

Menurut dia pengungkapan ini berawal dari penangkapan seorang ibu di Lampung, dia memberikan informasi bahwa ada temannya yang juga memiliki bom di Sibolga.

Pihaknya langsung mengirimkan anggota untuk menangkap pelaku ke Sibolga, sesampai di lokasi petugas menangkap suaminya.

Dia mengatakan di dalam rumah ada anak dan istrinya namun ia melarang petugas masuk ke rumahnya karena istrinya memasang kawat di sekeliling rumahnya.

Sponsored

"Ada delapan bom yang ada di sana dan tiga meledak dan mengenai petugas,"katanya.

Ia mengatakan inilah yang menjadi tugas bersama agar menyadarkan bahwa bunuh diri bukanlah jalan cepat menuju surga.

Sebelumnya Kapolda Sumatra Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengungkapkan identitas pelaku bom bunuh diri yang terjadi Rabu (13/3) dini hari di Sibolga, bernama Solimah, jenis kelamin perempuan, berasal dari Kota Padangsidimpuan.

“Sebagian tubuh korban hancur dan serpihan tubuhnya masih tertinggal di lokasi ledakan. Karena tubuh korban terpental sekitar 70 meter dari rumahnya, maka tim DVI masih bekerja untuk memastikan apakah masih ada bagian tubuh yang lain. Dan hasil sementara bagian tubuh yang ditemukan itu tubuh orang dewasa. Itu dapat dilihat dari tulang dan potongan tubuh yang tersisa,” sebut dia.

Sementara itu informasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar menyebutkan bahwa kehidupan pasangan suami istri ini berubah setelah kepulangan mereka beberapa tahun lalu dari Pulau Jawa.

Bukan itu saja, beberapa tetangga terduga teroris ini tidak begitu kenal dengan wajah kedua pasutri ini.

“Kalau suaminya itu (Husain alias Abu Hamzah) warga Sibolga ini, marga Simatupang. Kerjanya memperbaiki lampu listrik. Kalau istrinya kami kurang tahu asalnya dari mana,” kata warga sekitar. (Ant).

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sekitar pukul 01.20 WIB, Rabu (13/3) dini hari, terjadi dua kali ledakan bom berturut-turut di Sibolga, Sumatra Utara. Ledakan terjadi di rumah terduga teroristepatnya sekitar Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Siboga, Sumatra Utara. Akibat ledakan bom cukup dahsyat dari rumah terduga terorisme di Sibolga, Husain alias Abu Hamzah tersebut, warga sekitar berhamburan menyelamatkan diri. Dari lokasi kejadian di Sibolga dilaporkan ledakan tersebut tampak kepulan asap tebal di bagian atas rumah terduga teroris itu. Diduga kuat, istri terduga teroris melemparkan bom itu ke arah rumah warga dari atas rumahnya. Petugaspun langsung bergerak untuk melakukan pengecekan ke lokasi ledakan bom, sementara warga langsung dipukul mundur agar jangan mendekat ke lokasi. Kuatnya ledakan bom itu membuat beberapa orang warga sekitar terjatuh dan dimasukkan ke ambulans dan langsung dilarikan untuk mendapatkan pertolongan. • • Ikuti perkembangan bom di Sibolga hanya di www.alinea.id #alineadotid #bom #sibolga #sumatra #lampung #isis #terorism #breakingnews #viral #trending #infoterkini #teroris #instanews

A post shared by Alinea (@alineadotid) on

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB