sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

GERAM: Pemberantasan narkoba butuh sosok yang miliki inteligensi tinggi

Pras menilai, Indonesia bukan lagi menjadi target perdagangan, tapi juga dijadikan bandar besar sebagai target memproduksi narkoba.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Jumat, 20 Nov 2020 14:17 WIB
GERAM: Pemberantasan narkoba butuh sosok yang miliki inteligensi tinggi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Pemberantasan narkoba di Indonesia membutuhkan sosok yang bernyali besar. Ketua Presidium Gerakan Masyarakat Anti Madat (GERAM), Prasetio Edi Marsudi meniali, Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol. Arman Depari dinilai tepat.

Ketua DPRD DKI itu melihat, hingga kini peredaran narkotika, psikotropika, zat adiktif, dan obat-obatan berbahaya (narkoba) masih sangat meresahkan. Sudah sepatutnya BNN memiliki sosok yang tepat untuk menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda.

"Untuk pemberantasan narkoba ini butuh sosok yang memiliki inteligensi tinggi dan nyali. Nah, Arman Depari ini orangnya. Menurut saya pantas lah, Arman menggantikan Heru Winarko yang akan memasuki masa pensiun," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (20/11).

Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko akan habis masa pengabdiannya di Desember 2020. Pras sapaan karib Prasetio menyampaikan, BNN di masa mendatang harus memahami betul seluk beluk atau ruang dan daerah yang menjadi peta-peta masuknya narkoba dari negara luar menuju Indonesia.

Sponsored

"Sudah bisa dikatakan jika Indonesia darurat narkoba. Karena kini Indonesia bukan lagi menjadi target perdagangan, tetapi juga dijadikan bandar besar sebagai target memproduksi narkoba," ungkapnya.

Beberapa waktu lalu Arman Depari kembali dilantik untuk menduduki kursi Deputi Pemberantasan BNN dengan legalisasi Keputusan Presiden 116/2020. Pras mengatakan, Presiden Joko Widodo pastinya memiliki alasan khusus mengembalikan Arman ke BNN.

"Di sini kita bisa menelaah dengan penunjukan langsung Presiden Joko Widodo, bahwa pemberantasan narkoba di Indonesia tidak lagi main-main. Harus tepat dengan orang yang berintegeritas. Maka kita harus hargai itu," tandasnya.

Berita Lainnya