sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Berharap angpau, pengemis menjamur di Wihara Dharma Bhakti

Pembagian angpau sempat dihentikan karena pengemis tidak mengantre secara tertib.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 25 Jan 2020 14:00 WIB
Berharap angpau, pengemis menjamur di Wihara Dharma Bhakti
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1790
Dirawat 1508
Meninggal 170
Sembuh 112

Pada perayaan Tahun Baru Imlek 2571 yang jatuh pada Sabtu (25/1), ratusan pengemis menjamur di sekitar Wihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan, Jakarta Barat. Mereka memadati wilayah di sekitar halaman gedung utama wihara, menanti angpau dari warga Tionghoa yang selesai bersembahyang.

Salah satu pengemis, Pardjiah (66), mengaku sudah mengantre di depan Wihara Dharma Bhakti sejak pukul 04.00.

"Sudah dari subuh, sejauh ini saya baru dapat Rp14.000," kata dia.

Pardijah mengatakan bahwa dia tidak akan beranjak hingga malam. Dia berharap dapat membawa pulang banyak uang.

"Ini sudah tahun kedua saya ke sini. Saya mulai datang ke sini sejak berhenti kerja, anak-anak saya sudah besar dan lupa dengan orang tua," ujar dia.

 Angpau yang diperoleh Pardijah akan digunakan untuk mengurus cucunya yang berusia lima tahun.

"Cucu saya itu yatim piatu, jadi yang penting saya dapat duit secara halal biar bisa dipakai untuk dia," lanjutnya.

Sama seperti Pardijah, seorang pengemis lainnya, Ferni (60), sudah mengantre sejak Sabtu pagi.

Sponsored

"Ini pertama kali saya ke wihara ini. Dari pukul 06.00 saya sudah mengantre," jelas Ferni.

Ferni mengatakan, tidak seperti banyak pengemis lainnya, dia tidak ikut mengantre sejak Jumat (24/1) karena hujan deras.

"Nanti kalau hujan lagi saya pulang," sambung dia.

Pengurus Wihara Dharma Bhakti Lucas Tjang menjelaskan bahwa tradisi Tahun Baru Imlek identik dengan pemberian angpau. Dia menyebut, pada Sabtu pagi, pembagian angpau sempat dihentikan karena pengemis tidak mengantre secara tertib.

"Mereka menyambutnya dengan terlalu antusias sehingga berdesak-desakan," jelas dia.

Lucas menambahkan, pihak wihara telah berkoordinasi dengan Polsek Tamansari untuk menjaga keamanan selama masa perayaan Tahun Baru Imlek.

Memberikan angpau kepada kaum miskin telah menjadi tradisi tahunan bagi Hartamin Indraya (28) dan keluarga besarnya. Dia menuturkan, keluarganya selalu memberi angpau pada Tahun Baru Imlek sebagai bentuk berbagi sukacita dan berkah.

"Pada Tahun Baru Imlek kali ini, saya dan keluarga ingin memberikan sumbangan. Kami percaya kalau memberi hal baik, maka akan dibalas dengan yang baik juga," ujar dia.

Hartamin mengatakan, kini situasi keamanan saat pembagian angpau sudah jauh lebih tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Tujuh tahun lalu rusuh sekali, kini sudah tidak, karena ada pihak keamanan. Dulu belum ada koordinasi dengan keamanan sehingga setiap bagi-bagi angpau ricuh banget," kata Hartamin.

Berita Lainnya