logo alinea.id logo alinea.id

Bilang tak kenal, Kiai Asep pernah sampaikan data Haris pada Romahurmuziy

Kiai Asep mengaku tidak mengenal tersangka lain selain Haris Hasanuddin.

Manda Firmansyah
| Manda Firmansyah Senin, 25 Mar 2019 16:28 WIB
Bilang tak kenal, Kiai Asep pernah sampaikan data Haris pada Romahurmuziy

Tokoh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur Kiai Asep Saifuddin Chalim, membantah dirinya merekomendasikan tersangka Haris Hasanuddin untuk mengisi jabatan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur (Jatim). Akan tetapi, Asep mengakui bahwa Haris pernah mengaji di Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang diasuhnya.

"Saya tidak menyangkal kalau Haris pernah mengaji di tempat saya, yang jelas kalau merekomendasi itu sangat salah," tutur Asep di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta Selatan, Senin (25/3).

Selain Haris, Asep menampik dirinya mengenal dua tersangka lain dalam kasus ini. Dua orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik KPK dalam kasus ini, adalah mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

"Tidak kenal dengan para tersangka, kecuali dengan Haris," ujar Asep.

Meski begitu, ia mengaku sempat bertemu dengan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) saat ditemui sejumlah wartawan di kediamannya di jawa Timur, Jumat (22/3) lalu. Saat itu, Asep mengaku dirinya ditanya tentang sosok Haris oleh Rommy.

Mantan tim sukses Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2018 itu pun menjawab pertanyaan Rommy dengan data seputar Haris.

"Masak saya ditanyai begitu saja tidak menjawab. Tapi ditanya tentang data, saya punya karena dia ngaji di tempat saya tiga tahun," kata Asep saat itu.  

Saat berada di gedung KPK hari ini, Musytasyar Pengurus Cabang Nadlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya enggan menjawab dan cenderung mengelak terhadap pertanyaan wartawan, seputar pertemuan dengan Rommy. 

Sponsored

Adapun seputar Sosok Haris, Asep mengaku Haris dapat mengikuti materi pengajian yang diikutinya dengan baik. Di antara yang dipelajari Haris di Pondok Pesantren Amanatul Ummah adalah ilmu tafsir, hadis, fikih, dan nahu.

"Itu sekitar 25 tahun yang lalu, ketika dia menjadi murid saya selama kurang lebih 3 tahunan. Setiap hari dia mengaji di tempat saya. Saat itu saya kenal dan dia bisa baik ketika mengaji," kata Asep menerangkan.

Akan tetapi, Asep bersikukuh dirinya tidak pernah merekomendasikan agar Haris diangkat menjadi Kepala Kanwil Kemenag Jatim. Bantahan yang sama sudah disampaikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. 

Ketua muslimat NU itu meminta kepada media agar bertanya langsung pada Rommy seputar pencatutan namanya dalam rekomendasi jabatan Kepala Kanwil Kemenag Jatim.

"Tanya aja ke mas Rommy, karena saya juga kaget. Rekomendasi dalam bentuk apa yang saya sampaikan," kata Khofifah saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (23/3).

Dugaan keterlibatan Khofifah dan Kiai Asep diungkap Rommy pada Jumat (22/3) lalu. Menurut Rommy, dirinya meneruskan aspirasi pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI, salah satunya rekomendasi dari Asep Saifuddin Chalim soal jabatan di Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur.

"Memang sedari awal saya menerima aspirasi itu dari ulama, seorang Kiai, namanya Kiai Asep Saifuddin Chalim, ia adalah seorang pimpinan pondok pesantren besar disana, dan kemudian ibu Khofifah Indar Parawansa. Misalnya, beliau gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan, 'mas Rommy, percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus,'" kata Rommy menirukan ucapan Khofifah di gedung KPK Merah Putih, Jakarta Selatan, Jumat (22/3).