close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. Foto istimewa 
icon caption
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. Foto istimewa 
Nasional
Jumat, 26 April 2024 18:56

Kepala BPIP sebut Pancasila Jurnal Keindonesiaan sebagai kekuatan akademik

Pancasila merupakan ideologi besar di dunia, maka harus ada karya ilmiah yang bertaraf internasional.
swipe

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengungkapkan, kalau Pancasila Jurnal Keindonesiaan (PJK) sebagai kekuatan akademik.

Pancasila merupakan ideologi besar di dunia, maka harus ada karya ilmiah yang bertaraf internasional. Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Publikasi Jurnal Ilmiah Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Volume 4 Nomor 1 April 2024 dan Benchmarking Pengelolaan Bhinneka Tunggal Ika: Pancasila Jurnal Internasional Berbahasa Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (25/4).

"Semakin banyaknya jurnal ilmiah tentang Pancasila atau kebhinnekaan, maka lima sampai dengan sepuluh tahun ke depan, ideologi Pancasila akan menjadi kekuatan dunia," tegasnya.

Dia berharap, semakin banyaknya masyarakat yang membuat jurnal atau karya ilmiah Pancasila, maka akan lebih baik. Karena menurutnya jurnal ilmiah menjadi sebuah dokumen atau pemikiran akademik yang tidak akan hilang oleh waktu.

"Karya-karya ini tidak akan hilang karena akan terdokumentasikan, sehingga akan menjadi sebuah referensi-referensi di masa akan datang", paparnya.

Pihaknya bahkan siap memfasilitasi masyarakat yang mau dan mampu untuk menulis karya ilmiahnya tingkat internasional terutama tentang Pancasila.

Deputi Bidang Pengkajian dan Materi Surahno melaporkan, hal itu telah melalui tahap uji turnitin serta reviu oleh Mitra Bestari dan benchmarking pengelolaan Bhinneka Tunggal Ika: Pancasila Jurnal Internasional Berbahasa Indonesia.

"Kami berharap kegiatan ini dapat diketahui masyarakat luas mengenai jurnal ilmiah yang berkualitas dan dapat dijadikan sebagai bahan referensi pengetahuan dan pembelajaran", ucapnya.

Menurutnya Pancasila Jurnal Keindonesiaan ini telah terbit dua kali dalam setahun, yakni pada April dan Oktober dengan melibatkan sejumlah para ahli baik penulis maupun editor.

Dalam rangka mempersiapkan reakreditasi SINTA dan terbitan Oktober 2023, di mana telah diperoleh hasil sebelumnya yakni SINTA 3 berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek RI Nomor 79/E/KPT/2023.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mempublikasi artikel-artikel terbaik yang akan diterbitkan dalam situs OJS Pancasila Jurnal Keindonesiaan, sehingga masyarakat dapat mendapat akses semua kalangan," tutupnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Pengkajian Kebijakan PIP BPIP Muh. Sabri; Direktur Pengkajian Materi BPIP Aris Heru Utomo, serta para narasumber di antaranya akademisi Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin Makassar Irwansyah; Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Ani Purwanti; akademisi Universitas Hasanuddin Muhammad Idrus Taba; akademisi Universitas Hasanuddin Ahsan Yunus; senior advisor PSIK-Indonesia Henry Thomas Shimarmata.

img
Hermansah
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan