sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Cegah Covid-19, Pemprov DKI tutup destinasi wisata 2 pekan

Kebijakan efektif berlaku per besok (Sabtu, 14/3).

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Jumat, 13 Mar 2020 19:08 WIB
Cegah Covid-19, Pemprov DKI tutup destinasi wisata 2 pekan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menutup destinasi wisata dan tempat hiburan miliknya selama dua pekan. Guna meminimalisasi penyebaran coronavirus baru (Covid-19).

"Semua destinasi wisata dan tempat hiburan milik Pemprov DKI Jakarta, kami tutup selama dua minggu ke depan," ucap Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, di Balai Kota, Jumat (13/3). Keputusan berlaku per Sabtu (14/3).

Beberapa tempat pelesir itu, seperti Taman Impian Jaya Ancol, Kebun Binatang Ragunan, dan Monumen Nasional (Monas). Juga beberapa museum di Ibu Kota.

"Tujuannya, untuk meminimalkan kegiatan warga DKI. Dari ruang terbuka dan keramaian," kata eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Meski demikian, Anies menyatakan, pihaknya tak menutup lokasi-lokasi pelayanan masyarakat. Macam kelurahan, kecamatan, kantor wali kota, balai kota, dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Untuk meningkatkan kewaspadaan, pemprov juga menyiapkan protokol untuk acara-acara keramaian. Seperti di perkantoran, perumahaan, dan tempat ibadah.

Sebelumnya, pemprov meniadakan sementara Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin selama dua sesi. Akan dimulai lusa (Minggu, 15/3).

Merujuk bahan paparan pemprov dengan para pimpinan dunia usaha–yang diterima redaksi Alinea.id–di Jakarta, kemarin (Kamis, 13/3), Anies menyampaikan beberapa hal. Pertama, memprioritaskan keselamatan warga.

Sponsored

Dirinya turut meminta pimpinan dunia usaha meningkatkan kewaspadaan penuh. Tetap tenang dan tak panik. Namun, tidak meremehkan dan mengecilkan potensi risiko.

Para pelaku usaha juga diminta berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemprov. Dalam menghadapi ancaman Covid-19.

Anies pun menegaskan, pemprov takkan meniru kebijakan Italia, Amerika Serikat, dan Iran dalam menangani coronavirus: Terlambat memberlakukan lockdown, menyepelekan risiko, hingga menyembunyikan situasi riil.

Jakarta, ungkapnya, bakal mengadopsi kebijakan Singapura, Vietnam, dan Selandia Baru. Lantaran dianggap sukses menahan laju penyebaran Covid-19. Dus, menerapkan pengendalian pergerakan penduduk dan pembatasan interaksi sosial (social distancing measure) secara bertahap dan terukur.

Di sisi lain, pemprov sementara menyiapkan Rp54 miliar untuk menangani coronavirus. Anggaran diambil dari pos belanja tidak terduga (BTT).

Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta

Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta

Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta

Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta

Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta

Berita Lainnya