logo alinea.id logo alinea.id

Kekesalan Maria Ozawa diperiksa Imigrasi hanya karena ingin selfie

Menurut Miyabi, imigrasi telah melanggar privasinya selama berada di Bali dengan melakukan pengintaian untuk mengumpulkan informasi dirinya.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Rabu, 07 Nov 2018 16:58 WIB
Kekesalan Maria Ozawa diperiksa Imigrasi hanya karena ingin selfie

Sayaka Stephanie Strom alias Maria Ozawa, mencurahkan kekesalannya usai mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh pihak imigrasi Bali. Artis film dewasa yang akrab disapa Miyabi itu diketahui harus menjalani pemeriksaan selama lebih dari dua jam. 

Namun, Miyabi menilai pemeriksaan tersebut hanyalah omong kosong. Sebab, tak ada pelanggaran yang dilakukannya. Pemeriksaan oleh imigrasi itu, kata Miyabi, ujung-ujungnya hanya menginginkan agar petugas imigrasi bisa melakukan swafoto atau selfie bersama artis Jepang tersebut.

“Setelah berbicara omong kosong selama 2 jam, mereka mencetak beberapa dokumen untuk saya tanda tangani. Mereka (petugas imigrasi) mengatakan berulang kali betapa terkenal saya di Indonesia. Ketika saya berjalan keluar, mereka memintaku untuk mengambil selfie dengan mereka,” kata Maria Ozawa melalui akun Instagramnya pada Rabu, (7/11).

Menurut Maria Ozawa, pihak imigrasi telah melanggar privasinya selama berada di Bali dengan melakukan pengintaian untuk mengumpulkan informasi dirinya saat mengikuti pesta ulang tahun temannya.

Maria Ozawa menuturkan, dirinya datang ke Bali pada Senin (5/11) untuk menghadiri pesta ulang tahun temannya, Barbie Nouva. Namun, pihak imigrasi berjumlah dua orang tiba-tiba melakukan pemeriksaan terhadapnya. Terkait hal itu, Maria Ozawa menyebut pihak imigrasi telah mengarang cerita yang pada akhirnya hanya untuk mengambil paspornya.

“Saya tidak punya pilihan untuk menunjukkannya paspor kepada mereka. Setelah itu, mereka kabur membawa paspor saya tanpa mengatakan apa-apa," kata Miyabi.

Selanjutnya, Maria mengaku merasa sangat panik. Lantas, pesta tersebut dibatalkan dan ia segera menuju ke kantor imigrasi. Sesampainya di sana, Maria mendapatkan keterangan bahwa ada seseorang di pesta yang melaporkan dirinya atas tuduhan sesuatu yang buruk.

“Ini sangat salah. Saya senang saya terkenal tetapi negara ini perlu diubah. Berhentilah melecehkan saya setiap kali saya mengunjungi Indonesia. Jelas saya membutuhkan lebih banyak privasi. Bangun Indonesia. Saya tahu kalian lebih baik,” kata Maria.

Sponsored