sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hari ini MRT ubah jadwal operasional

Perubahan jadwal berlaku pada 30 Maret 2020 sampai ada pemberitahuan lanjutan.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Senin, 30 Mar 2020 07:17 WIB
Hari ini MRT ubah jadwal operasional
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 381.910
Dirawat 63.733
Meninggal 13.077
Sembuh 305.100

PT MRT Jakarta memperbarui jadwal keberangkatan dan menerapkan pembatasan penumpang untuk mencegah meluasnya penularan coronavirus (Covid 19) berlaku Senin (30/3/2020). 

Rangkaian kereta MRT hanya beroperasi mulai jam 06:00 hingga 20:00 WIB.

"Perubahan terdapat pada selang waktu (headway) kereta yaitu 10 menit yang berlaku sepanjang jam operasional, perubahan ini berlaku pada 30 Maret 2020 sampai dengan pemberitahuan kemudian," bunyi pengumuman Twitter @mrtjakarta, Minggu (29/3).

Kebijakan tersebut diambil PT MRT sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah agar masyarakat bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah.

Perubahan jadwal tersebut terjadi di sejumlah stasiun. Untuk keberangkatan Ratangga Stasiun Senayan-Bundaran HI dengan selang waktu (headway) 20 menit.

 

 

Sponsored

Pun dengan jadwal keberangkatan Ratangga Stasiun Lebak Bulus Grab-ASEAN, mengalami perubahan dengan selang waktu (headway) 20 menit.

 

 

Sebelumnya, Kamis (26/3) PT MRT Jakarta telah memperbarui kebijakan dengan menerapkan jarak keberangkatan antar kereta (headway) tiap 10 menit.

Kebijakan ini disesuaikan untuk mendukung 'physical distancing' oleh pemerintah baik pusat maupun Pemprov DKI Jakarta, khususnya di ruang publik seperti transportasi umum.

Hasilnya, terjadi penurunan drastis penumpang MRT Jakarta pada Rabu (25/3) dengan 3000 penumpang dalam satu hari, angka ini sangat jauh dari hari pertama pembatasan jam operasional sebanyak 10.000 penumpang pada Senin (23/3).

Selain pembatasan waktu dan jarak tunggu dilakukan, pembatasan jarak antar penumpang masih tetap dilakukan dengan jumlah 60 orang dalam satu gerbong selama masa tanggap darurat Covid-19 di Jakarta.

MRT Jakarta juga berharap agar masyarakat tidak perlu bepergian jika tidak darurat sehingga memperkecil potensi penyebaran coronavirus.

"PT MRT Jakarta (Perseroda) sangat mengharapkan masyarakat untuk tidak bepergian, kecuali untuk kepentingan yang mendesak serta senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan diri sebagai bagian dari upaya bersama menekan laju penyebaran COVID-19," ujar Kepala Divisi Sekretaris Korporat Muhammad Kamaluddin.

Berita Lainnya