close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Tim gabungan terpaksa mundur dan menunda proses evakuasi korban longsor di Natuna, Kepri, karena hujan dan memperbesar risiko longsor susulan. Dokumentasi BNPB
icon caption
Tim gabungan terpaksa mundur dan menunda proses evakuasi korban longsor di Natuna, Kepri, karena hujan dan memperbesar risiko longsor susulan. Dokumentasi BNPB
Nasional
Selasa, 07 Maret 2023 16:31

Hujan, tim gabungan tunda evakuasi korban longsor Natuna

Potensi longsor besar berpeluang terjadi karena adanya pergesera tanah di atas Gunung Jemenang.
swipe

Tim gabungan masih menahan diri untuk mencari dan mengevakuasi korban tanah longsor di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Pangkalnya, hujan masih mengguyur hingga kini sehingga meningkatkan risiko.

"Harus mundur karena kondisi cuaca buruk dan terlihat masih ada longsor susulan meski berskala kecil," kata Bupati Natuna, Wan Siswandi, dalam keterangannya, Selasa (7/3).

Wan melanjutkan potensi longsor besar juga berpeluang terjadi karena adanya pergeseran tanah di atas Gunung Jemenang. Lokasi itu merupakan titik awal longsor.

Di sisi lain, ratusan warga yang berada di kaki Gunung Pelimpak telah diminta mengungsi. Mereka dipindahkan ke tempat-tempat aman, yang terfokus di PLBN Serasan. 

"Kondisi jaringan listrik wilayah Serasan hidup sebagian dan jaringan telekomunikasi sedikit lumpuh," sambungnya.

Sementara itu, sedikitnya 10 korban meninggal dunia akibat longsor di Natuna. Sebanyak enam orang di antaranya telah teridentifikasi.

Kemudian, 47 orang dinyatakan hilang, satu orang mengalami luka berat, tiga orang rawat jalan, dan empat korban kritis dikirim ke Pontianak via Bukit Raya di Ranai. Adapun 27 rumah warga tertimbun material longsor.

"Status bencana kini tanggap darurat dengan masa 7 hari terhitung dari tanggal 6 Maret 2023. Kondisi terkini hujan," ujar Kepala Kantor SAR (Kakansar) Natuna, Abdul Rahman, saat dikonfirmasi Alinea.id, Selasa (7/3). 

Kemudian, berdasarkan data Kantor SAR Natuna, sebanyak 1.216 warga mengungsi di beberapa titik. Detailnya, PLBN Serasan 219 orang, Puskesmas Serasan 215 orang, Pelimpak & Mesjid Al Furqon 500 orang, dan SMA 1 Serasan 282 orang. 

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan