sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Industri masih buang limbah ke anak Sungai Bengawan Solo

Pemprov Jateng memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperbaiki IPAL hingga akhir 2020.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 07 Agst 2020 13:23 WIB
Industri masih buang limbah ke anak Sungai Bengawan Solo

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mendapati pipa siluman untuk membuang limbah milik perusahaan ke SUngai Sroyo, anak Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Karanganyar. Akibatnya, bau pekat dan busuk tercium di sekitar lokasi.

Selain itu, juga melihat bangkai babi yang mengambang di sungai berwarna hitam tersebut. Dirinya pun meminta kepada perusahaan maupun peternak di bantaran sungai untuk menghentikan pembuangan limbah ke sungai.

"Saya minta ke perusahaan, ya, jangan pakai pipa siluman. Dia mengelak, tapi saya sudah melihat secara langsung di lapangan. Mereka berjanji akan memperbaiki besok dan saya minta laporannya setiap hari," ucapnya, menukil situs web Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.

Dirinya melanjutkan, inspeksi ini dilakukan untuk mengecek realisasi komitmen perusahaan maupun peternak babi atas penandatanganan kesepakatan pada Desember 2019. Mereka berkesempatan memperbaiki pola pembuangan limbah hingga akhir 2020.

"Sebelum sampai Desember, ini sudah saya tagih dan lihat progresnya. Tadi ketemu sama perusahaan alkohol, dia berjanji akan menghentikan produksi sebentar untuk perbaikan pengelolaan IPAL (instalasi pengolahan air limbah) dan kita hormati,” paparnya.

Karenanya, Pemprov Jateng takkan memberikan sanksi dalam waktu dekat. "Tapi kalau seandainya tidak memperbaiki," tegasnya, "terpaksa nanti kita ambil tindakan hukum pada mereka."

Ganjar menilai, permasalahan terjadi pada peternak babi lantaran tidak memiliki IPAL. Sehingga, membuang kotoran hingga bangkai ke sungai.

"Tadi saya lihat genjiknya (bangkai anak babi, red) mengambang di sungai. Itu jangan, maka peternak ini perlu pembinaan agar bisnisnya tetap jalan, tapi pencemarannya tidak dilakukan," jelasnya.

Sponsored

Seorang petinggi perusahaan yang masih membuang limbah ke sungai, Edy, berjanji segera memperbaiki IPAL-nya. "Laporannya nanti akan kami serahkan," ucapnya.

Sementara itu, seorang peternak babi, Haryanto, mengaku salah dengan membuang limbah ternak ke sungai. "Mohon maaf," tutupnya.

Berita Lainnya