sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Inneke Koesherawati datang penuhi panggilan KPK

Inneke akan diperiksa sebagai saksi tersangka Andri Rahmat, narapidana yang membantu Fahmi Darmawansyah menyuap Kepala Lapas Sukamiskin.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 24 Jul 2018 10:22 WIB
Inneke Koesherawati datang penuhi panggilan KPK
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memeriksa artis Inneke Koesherawati. Inneke akan diperiksa sebagai saksi tersangka Andri Rahmat, narapidana kasus pidana umum yang membantu Fahmi Darmawansyah menyuap Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen.

Selain Inneke, KPK juga memeriksa Direktur PT Laju Maju Sejahtera Anita Selviana Nayaon, dan Rina Yuliana, seorang sale counter. "Kami perlu mendapat keterangan dari pihak swasta, atau juga dari pegawai dan pejabat di lapas, juga narapidana lain," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (24/7).

Inneke tiba di gedung KPK pukul 9.40 pagi ini. Ia datang mengenakan pakaian biru gelap dengan jilbab bermotif abu-abu terang. Tak lama menunggu di lobi, Inneke naik ke lantai dua gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan pada pukul 10 pagi.

KPK sebelumnya telah menahan empat tersangka kasus dugaan suap di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Keempat tersangka tersebut akan ditahan selama 20 hari ke depan terkait pemberian berbagai fasilitas dan perizinan keluar dari penjara.

Keempat tersangka itu adalah Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen, narapidana kasus korupsi Fahmi Darmawansyah, staf Kalapas Sukamiskin Hendry Saputra, dan narapidana kasus umum Andri Rahmat.

Dalam kasus tersebut, Fahmi menyuap Wahid Husen agar bisa mendapatkan fasilitas dan kemudahan yang semestinya tidak ia dapatkan.

Adapun suap yang diberikan Fahmi berupa uang dan dua unit mobil. KPK menyita dua unit mobil sebagai barang bukti, yaitu Mitsubishi Triton Exceed warna hitam dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar warna hitam.

Selain itu, ada juga uang senilai Rp 279.920.000 dan US$ 1.410 yang disita KPK. Lembaga antirasuah ini juga menyita catatan penerimaan uang dan dokumen terkait pembelian dan pengiriman mobil tersebut.

Sponsored
Berita Lainnya