sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jasa Marga berencana terbitkan SBK senilai Rp1 triliun

SBK ini ditawarkan dengan tingkat diskonto sebesar 6%-7%, dengan minimum nilai nominal pembelian sebesar Rp500 juta.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 29 Sep 2020 16:14 WIB
Jasa Marga berencana terbitkan SBK senilai Rp1 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) berencana menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp1 triliun. Dana hasil penerbitan SBK tersebut akan digunakan seluruhnya oleh perseroan untuk memperbaiki arus kas dalam jangka pendek.

"Dana tersebut juga akan digunakan sebagai modal kerja dan belanja modal perseroan. Namun, tidak terbatas penggunaannya pada pemeliharaan jalan tol dan sarana penunjang jalan tol, serta peningkatan fasilitas jalan tol," kata manajemen Jasa Marga dalam prospektusnya, Selasa (29/9).

Berdasarkan prospektus perseroan, SBK ini ditawarkan dengan tingkat diskonto sebesar 6%-7%, dengan minimum nilai nominal pembelian sebesar Rp500 juta.

Emiten pengelola jalan tol ini menunjuk BNI Sekuritas sebagai arranger penerbitan SBK ini. SBK ini pun tercatat telah mendapatkan peringkat idA1+ dari Pefindo.

Sebagai informasi, SBK adalah instrumen pasar uang yang memfasilitasi perusahaan menerbitkan surat utang jangka pendek tanpa jaminan di pasar uang. Tenor SBK ini pun tergolong pendek, yaitu satu bulan, tiga bulan, sembilan bulan, dan 12 bulan.

Dalam penerbitan SBK ini, Jasa Marga menawarkan tenor selama 12 bulan sejak tanggal penerbitan SBK atau tanggal pelunasan pada 13 Oktober 2021. Sementara itu, periode penawaran akan berlangsung selama 18 September hingga 7 Oktober 2020. Adapun tanggal perolehan persetujuan dari Bank Indonesia telah didapatkan perseroan sejak 17 September 2020.

"Apabila dana hasil penerbitan Surat Berharga Komersial belum dipergunakan seluruhnya, maka penempatan sementara dana hasil penerbitan SBK tersebut harus dilakukan perseroan dengan memerhatikan keamanan dan likuiditas serta dapat memberikan keuntungan finansial yang wajar bagi perseroan," ujar manajemen Jasa Marga.

Adapun pada bulan lalu, Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengatakan, penerbitan SBK ini merupakan yang pertama kali dilakukan perusahaan pengelola jalan tol di Indonesia itu. Umumnya, penerbitan SBK dilakukan oleh perusahaan multifinance.

Sponsored

Selain menerbitkan SBK, Eka juga mengatakan pihaknya akan menerbitkan obligasi dengan target Rp1 triliun. Dia mengatakan pihaknya tengah melakukan proses bookbuilding untuk penerbitan obligasi tersebut.

"Obligasi kami sedang melakukan bookbuilding. Setelah itu, kami akan lakukan registrasi ke OJK," ucapnya.

Berita Lainnya
×
img