close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan Presiden Republik Korea Yoon Suk Yeol, di Hotel Grand Prince, Hiroshima, Jepang, Minggu (21/5/2023). Foto: BPMI Setpres.
icon caption
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan Presiden Republik Korea Yoon Suk Yeol, di Hotel Grand Prince, Hiroshima, Jepang, Minggu (21/5/2023). Foto: BPMI Setpres.
Nasional
Minggu, 21 Mei 2023 21:42

Jokowi minta dukungan Presiden Korsel atas komitmen investasi Lotte hingga LS Cable

Presiden Jokowi dan Presiden Republik Korea Selatan Yoon Suk Yeol membahas kerja sama di sejumlah bidang.
swipe

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dukungan Presiden Republik Korea Yoon Suk Yeol terhadap realisasi komitmen investasi sejumlah perusahaan Korea Selatan di Indonesia. Hal itu dilakukan saat kedua pemimpin negara bertemu di Hotel Grand Prince, Hiroshima, Jepang, Minggu (21/5).

“Mohon dukungan Presiden Yoon terkait realisasi komitmen Lotte Chemical dan CJ Group untuk pembangunan pabrik industri kimia di Banten dan pabrik bioproduct di Jawa Timur, dukungan distribusi energi dan EBT (energi baru terbarukan) melalui perusahaan LS Cable dan TSE, dan realisasi investasi ekosistem EV,” ujar Jokowi. 

Selain di bidang investasi, Jokowi dan Presiden Yoon juga membahas mengenai kerja sama lain antara Indonesia dan Korea Selatan. Yakni, terkait kerja sama perdagangan antara kedua negara melalui Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA). Jokowi menekankan perjanjian tersebut harus dilaksanakan secara maksimal, termasuk di dalamnya dukungan atas 18 proposal proyek yang telah diajukan oleh Indonesia.

“IK-CEPA harus diimplementasikan maksimal, termasuk dukungan 18 proposal Indonesia di bidang pertanian, kesehatan, kebudayaan, perikanan, otomotif, dan IT (informasi dan teknologi),” ujar Jokowi.

IK-CEPA merupakan sebuah perjanjian perdagangan bebas (FTA) bilateral antara Indonesia dengan Korea Selatan yang mencakup bidang perdagangan barang, jasa, penanaman modal, kerja sama ekonomi, hukum, dan kelembagaan. Pemerintah Indonesia telah sepakat meratifikasi perjanjian perdagangan ini melalui Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2022 yang diundangkan pada September 2022 lalu dan secara resmi telah diimplementasikan sejak 1 Januari 2023.

Pembahasan lain yaitu mengenai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Jokowi menyatakan Indonesia telah menyiapkan insentif dan fasilitas investasi bagi para investor.

Jokowi pun berharap agar pembangunan sistem pengolahan air di IKN yang juga didukung oleh Korea Selatan dapat berjalan baik.

“Semoga pengolahan air, Sepaku Semoi Water Treatment Plant, selesai sesuai jadwal,” tuturnya.

Selanjutnya, Kepala Negara juga membahas mengenai kerja sama dalam bidang ketenagakerjaan. Jokowi meminta Presiden Korea Selatan untuk menambah kuota dan perluasan bidang kerja bagi pekerja migran Indonesia di Korea Selatan.

“Saya mohon dukungan Yang Mulia terkait penambahan kuota dan perluasan bidang kerja pekerja migran Indonesia (PMI) serta partisipasi Korea Selatan dalam pembangunan pusat pelatihan PMI,” ungkapnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

img
Satriani Ari Wulan
Reporter
img
Satriani Ari Wulan
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan