sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KAI perpanjang refund tiket 100% hingga 4 Juni

"Hal ini untuk mendukung imbauan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat tidak mudik dan selalu menjaga jarak di tengah wabah Covid-19"

Khudori
Khudori Sabtu, 04 Apr 2020 12:06 WIB
KAI perpanjang refund tiket 100% hingga 4 Juni
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 373.109
Dirawat 64.032
Meninggal 12.857
Sembuh 297.509

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperpanjang kebijakan pengembalian 100% atau refund untuk pembatalan tiket kereta api. Jika sebelumnya refund hingga keberangkatan 29 Mei 2020, kini bisa sampai keberangkatan 4 Juni 2020 atau H+10 Lebaran.

"Hal ini untuk mendukung imbauan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat tidak mudik dan selalu menjaga jarak di tengah wabah Covid-19," ujar Vice President Public Relations KAI Yuskal Setiawan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (4/4).

Penumpang, kata Yuskal, dapat membatalkan tiket pada masa angkutan lebaran 2020 melalui aplikasi KAI Access atau di loket stasiun yang melayani pembatalan. Uang pembatalan akan dikembalikan secara transfer atau tunai dalam 30-45 hari kerja.

"Kami berharap kebijakan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat untuk menunda perjalanan mudiknya," ujar Yuskal.

Ia menjelaskan, kebijakan ini sesuai arahan pemerintah agar para penumpang dapat menunda perjalanan mudik menggunakan moda transportasi kereta api. Karena perjalanan itu dikhawatirkan dapat meningkatkan kemungkinan penyebaran Covid-19 ke daerah asal.

Jika penumpang tetap memutuskan berangkat, penumpang harus mengikuti protokol pencegahan seperti tempat duduk yang harus berjarak antar penumpang, termasuk penumpang satu keluarga yang duduknya nanti harus terpisah satu sama lain.

"Hal tersebut dilakukan karena KAI hanya menjual 50% tiket dari kapasitas tempat duduk yang disediakan. Tujuannya agar tercipta physical distancing (jaga jarak) antar penumpang di dalam kereta," ujar Yuskal.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pemudik dari Jabodetabek akan diberlakukan sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan). Begitu tiba di lokasi tujuan, para pemudik ini harus menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan.

Sponsored

“Kami harap penumpang dapat menunda perjalanannya dengan kereta api, sehingga dapat membantu mencegah penyebaran Covid-19 kepada keluarganya di daerah masing-masing,” kata Yuskal. (Ant)

Berita Lainnya