sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemendikbud diminta menyediakan skema belajar alternatif

Penerapan kebijakan new normal, khusus sektor pendidikan sejatinya masih harus didetailkan kembali.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Selasa, 02 Jun 2020 10:33 WIB
Kemendikbud diminta menyediakan skema belajar alternatif
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 64958
Dirawat 31798
Meninggal 3241
Sembuh 29919

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak terburu-buru membuka kembali sekolah sebagai tempat kegiatan belajar mengajar (KBM) di tengah pandemi Covid-19.

Dasco menegaskan, penerapan kebijakan kenormalan baru atau new normal, khusus sektor pendidikan, sejatinya masih harus didetailkan kembali. Hal itu karena menyangkut berbagai aspek, salah satunya aspek keamanan anak-anak.

"Saya mendapatkan banyak pertanyaan dan keluhan terkait hal ini. Tentu agak sulit bagi sekolah untuk bisa menggaransi anak-anak terbebas dari penularan virus di sekolah. Yang ada akan menjadi masalah baru ketika ada salah satu murid yang terinfeksi," papar dia dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6).

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra itu khawatir, sekolah akan diliburkan kembali dan berpotensi mendapat tuntutan hukum dari orang tua, lantaran anak-anak mereka terinfeksi virus. Hal ini tentunya akan mencoreng pemerintah. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, belum ada tanda-tanda kapan vaksin ditemukan.

"Saya ingin Kementerian Pendidikan bekerja sama dengan Kementerian Kominfo untuk membuat jaringan khusus pendidikan. Interaksi sekolah tetap berlangsung seperti biasa tetapi jarak jauh," ujar Dasco.

Dasco menyarankan, lebih baik Kemendikbud fokus menyediakan skema belajar alternatif atau membuat aplikasi khusus sekolah dan buat jalur koneksi internet tersendiri yang stabil. Nantinya setiap murid dapat diberikan akun khusus untuk dapat mengakses aplikasi tersebut.

"Akun itu akan masuk pada jalur internet khusus sehingga bisa digunakan secara gratis, tidak membebankan orang tua murid. Tidak semua orang tua murid mampu membeli kuota," sambung dia.

Jadi tetap belajar seperti biasa. Ada jadwal mata pelajarannya. Guru mata pelajaran bergantian mengajar. Sehingga anak tidak kehilangan sentuhan pendidikan.

Sponsored

Kendati dalam school from home memang sudah dilakukan, tetapi sangat terbatas waktunya karena tidak semua orang tua murid mampu membeli kuota yang mahal, kekuatan jaringannya pun berbeda-beda. Intinya tidak mengubah pola belajar, namun hanya memindahkan lokasi belajar saja.

Agar kebijakan ini bisa sempurna, sangat diperlukan kerja sama antar kementerian untuk bisa menyajikan proses belajar mengajar seperti biasa. Menurut Dasco, jangan biarkan pendidikan anak bangsa terbengkalai, tetapi jangan juga membiarkan anak-anak ada dalam ancaman virus yang berbahaya.

"Saya harap dalam waktu dekat, hal ini bisa terlaksana, atau bisa ada solusi lain yang lebih baik. Ini keresahan masyarakat akan pendidikan anak-anak mereka ketika memasuki new normal dan ini jangan dibiarkan berlarut-larut," ujar dia.

Berita Lainnya