sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenhub sebut transportasi terkendali saat Idulfitri

Sejumlah operasional angkutan umum saat Idulfitri sudah dibatasi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 25 Mei 2020 12:28 WIB
Kemenhub sebut transportasi terkendali saat Idulfitri
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 543.975
Dirawat 71.420
Meninggal 17.081
Sembuh 454.879

Kemeterian Perhubungan (Kemenhub) menyebut upaya memperketat pengawasan pengendalian transportasi untuk mencegah penyebaran Covid-19, baik yang keluar masuk maupun di dalam Jabodetabek, khususnya pada hari pertama Idulfitri 1441 H berjalan dengan baik dan terkendali.

“Berdasarkan hasil pemantauan dan pengawasan tim gabungan di lapangan, pengendalian transportasi umum maupun kendaraan pribadi di Jabodetabek pada hari raya Idulfitri dapat dikendalikan dengan baik,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati di Jakarta, Minggu (24/5).

Adita menjelaskan, semua perjalanan transportasi keluar masuk Jabodetabek baik melalui transportasi darat, laut, udara, kereta api, termasuk penyeberangan, semua terkendali dengan baik.

Kemenhub juga memastikan transportasi yang beroperasi adalah transportasi yang mengangkut penumpang dengan kriteria dan syarat sesuai dengan ketentuan di SE Gugus Tugas serta  transportasi barang atau logistik.

Pemberlakuan protokol kesehatan juga diawasi dengan ketat di simpul transportasi, baik di prasarana seperti terminal, stasiun kereta api, pelabuhan dan bandara, maupun di dalam sarana transportasi.

Adita mengatakan, pemerintah tegas melarang masyarakat melakukan mudik, baik untuk keluar masuk Jabodetabek, maupun antar kawasan Jabodetabek.

Hal ini, sambung dia, penting dilakukan demi mencegah semakin menyebarnya Covid-19 di tengah suasana Idulfitri yang biasanya menjadi momentum masyarakat untuk berkumpul dan bersilaturahmi bersama keluarga dan kerabat.

Untuk mengantisipasi hal itu, lanjut Adita, pada Hari Raya Idulfitri 1441 H tanggal 24 dan 25 Mei 2020, sejumlah operasional angkutan umum di wilayah Jabodetabek sudah dibatasi.

Sponsored

Contohnya, PT KCI membatasi perjalanan KRL dengan jam operasional mulai pukul 05.00-08.00 WIB pada pagi hari dan kemudian dilanjutkan pukul 16.00-18.00 WIB pada sore hari untuk seluruh lintas perjalanan. Di luar waktu-waktu di luar jam operasional tersebut, stasiun akan ditutup.

Begitupun dengan jam operasional TransJakarta, pada hari Minggu, 24 Mei 2020, hanya pada pukul 10.00 s.d. 18.00 WIB. Sedangkan pada Lebaran hari kedua, Senin (25/5), TransJakarta akan beroperasi mulai pukul 06.00 sampai 18.00.

Sementara itu waktu operasional angkutan umum regular di Bodetabek (di luar DKI Jakarta) tetap sama seperti di awal penerapan PSBB yaitu pada pukul 05.00 WIB sampai 19.00 WIB.

Penerapan protokol kesehatan berupa penerapan physical distancing dengan pengaturan tempat duduk tetap berlaku. Adapun jumlah penumpang kendaraan pribadi dan angkutan umum maksimal 50% dari kapasitas penumpang, sedangkan untuk kereta api perkotaan (KRL) maksimal 35%.

Sebelumnya, Kemenhub melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) di Jabodetabek yang telah menyatakan akan turut mengantisipasi kegiatan mudik di wilayah Jabodetabek atau yang disebut mudik lokal.

“Tidak mudik bukan berarti tidak bisa bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Dengan memanfaatkan teknologi seperti Video Call, silaturahmi tetap dapat dilakukan tanpa harus bertemu fisik. Cara itulah yang paling tepat untuk dilakukan di tengah masa pandemi Covid-19 ini untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus ke orang-orang yang kita sayangi," pungkas Adita.

Berita Lainnya