sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kementerian BUMN buka suara atas pembantaian 31 orang di Papua

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) buka suara terkait terbunuhnya 31 karyawan PT Istaka Karya (Persero) di Nduga, Papua.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 04 Des 2018 20:48 WIB
Kementerian BUMN buka suara atas pembantaian 31 orang di Papua

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) buka suara terkait terbunuhnya 31 karyawan PT Istaka Karya (Persero) di Nduga, Papua.

Staf Khusus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro mengatakan pihaknya medukung dan mengikuti langkah-langkah yang telah diinisiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait penghentian sementara pembangunan jembatan di jalur Trans Papua.

"Kami men-support dan mengikuti langkah-langkah yang telah diinisiasi PUPR," ujar Wianda  saat dihubungi Alinea.id, Selasa (4/12).

Diketahui, PUPR menghentikan sementara pembangunan jembatan di sepanjang segmen lima ruas jalan Wamena-Mamugu jalur Trans Papua. Hal itu dilakukan akibat adanya gangguan keamanan dari Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB).

Mengenai kasus KKSB, Wianda mengaku masih menunggu konfirmasi dari pimpinan aparat untuk informasi lebih lanjut.

"Kami masih menunggu hasil akhir konfirmasi dari pimpinan aparat keamanan yang menuju ke lokasi," imbuhnya.

Pada konferensi pers sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, PUPR tidak ingin mengambil risiko lebih jauh, sebelum adanya informasi lebih lanjut mengenai para korban dari TNI dan juga Kepolisian. Sehingga, dirinya memutuskan untuk menghentikan sementara pembangunan jembatan tersebut.

Sebenarnya wilayah segmen 5 yang tengah dikerjakan Istaka Karya terbilang wilayah yang cukup aman dari konflik dari pada wilayah yang dibangun oleh PT Brantas Abipraya (Persero). 

Sponsored

Masyarakat di sepanjang jalan segmen 5 Wamena-Mamugu yang dikerjakan oleh Istaka Karya juga mendukung pembangunan jalan Trans Papua. Banyak warga sekitar yang turut serta dilibatkan dalam pembangunan jalan tersebut.

"Di ruas ini ada 35 jembatan. PT Brantas Abipraya membangun 21 jembatan dan Istaka Karya 14 jembatan. Sebenarnya yang rawan itu adalah wilayah yang dibangun Brantas, makanya 4 bulan lalu PT Brantas telah mengakhiri pekerjaannya. Kalau Istaka di wilayah kali Gigi dan kali Aura itu aman, karena sosialisasi pekerja dengan warga sangat baik mereka menyatu," ungkapnya.

Kendati demikian, Basuki menyatakan, pembangunan Trans Papua di daerah tetap berjalan, sebab harus mengejar target penyelesaian pada 2019. Sekaligus sebagai upaya mewujudkan keadilan sosial di sana. Terutama pada jalan logistik dari Merauke ke Mamugu langsung ke Wamena.

Saat ini, progres pembangunan 35 jembatan tersebut sudah selesai 70%. 

"Kami menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga para korban penembakan dari PT Istaka Karya dimaksud," tutup Basuki.