sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemkominfo: Target gerakan menuju smart city mencapai 73,7%

Sebuah smart city atau kota cerdas dengan satu juta penduduk dapat menghasilkan 200 petabyte data setiap harinya

 Ratih Widihastuti Ayu Hanifah
Ratih Widihastuti Ayu Hanifah Selasa, 14 Des 2021 17:42 WIB
Kemkominfo: Target gerakan menuju smart city mencapai 73,7%

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan terus mendorong penerapan dan pengembangan kota cerdas melalui Gerakan Menuju Smart City. Pemerintah Kota perlu untuk semakin memanfaatkan teknologi, termasuk teknologi Internet-of-Things (IoT), dalam membuat terobosan baru atau “smart solutions” untuk meningkatkan produktivitas serta optimalisasi layanan bagi masyarakat dengan target yang telah tercapai di tahun 2021 sekitar 73,7%.

Melakukan yang diproyeksikan pada tahun 2045 sebanyak 82,37% populasi akan hidup di pusat perkotaan. Tahun 2021, Kementerian Kominfo juga mengembangkan smart city menjangkau Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

“Ini terjadi urbanisasi, untuk itulah diperlukan strategi pengembangan kota yang akomodatif terhadap perkembangan zaman, dan pengembangan kota cerdas atau smart city melalui Gerakan Menuju Smart City menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh kita bersama, yang diinisiasi oleh Kementerian Kominfo,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate dalam Indonesia Smart City Conference, Forum Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Pameran Smart City, di ICE BSD Tangerang, Selasa (14/12/2021).

Adapun nilai pangsa pasar IoT di Indonesia juga akan mengalami peningkatan sebesar dari Rp355,2 triliun pada tahun 2022 dan mencapai Rp557 triliun di tahun 2025. Selain itu, kedepannya akan terjadi peningkatan volume data yang sangat signifikan. Kemudian, diperkirakan Teknologi IoT akan mengalami perkembangan pendapatan Rp41,6 miliar perangkat IoT yang terpasang secara global. Di Indonesia jumlah perangkat IoT diperkirakan akan mencapai 400 juta perangkat di tahun 2022 menjadi Rp557 trilliun di tahun 2025.

“Contoh, sebuah smart city atau kota cerdas dengan satu juta penduduk dapat menghasilkan 200 petabyte data setiap harinya,” tandasnya.

Kepada pemerintah daerah, Menkominfo juga memaparkan upaya Pemerintah dalam menghadirkan teknologi 5G di Indonesia sebagai dukungan pengembangan ekosistem IoT di Indonesia. 

“Setelah lebih dari 11 kali testing, 5G sudah bergulir di Indonesia, lisensi operasi komersial telah diberikan kepada tiga operator nasional dan saat ini sedang membangun di 9 kota aglomerasi yang tentu akan mendorong dan meningkatkan pemanfaatan IoT,” jelasnya.

Pengembangan smart city di Indonesia menjadi mendesak dan signifikan karena akan menjawab tantangan kependudukan, di mana pada tahun 2045 mendatang, diproyeksikan 82,37% penduduk Indonesia akan hidup di kota. Pendekatan integrasi kota cerdas ke dalam industri pariwisata akan menjadi mekanisme untuk menumbuhkan resiliensi di tengah disrupsi akibat pandemi Covid-19. 

Sponsored

“Melalui konsep smart city, branding yang memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam mengoptimalisasi, mempromosikan kota termasuk lokasi-lokasi wisata,” paparnya. 

Untuk itulah, diperlukan strategi pengembangan kota yang akomodatif terhadap perkembangan zaman, dan pengembangan smart city melalui Gerakan Menuju 100 Smart City menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh Keminfo. Adapun mendorong penerapan dan pengembangan smart city melalui Gerakan Menuju Smart City, Kementerian Kominfo fokus pada enam pilar, yaitu smart governance, smart infrastructure, smart economy, smart living, smart people dan smart environtment.

“Gerakan Menuju Smart City adalah sebuah inisiatif bersama antara Kominfo melalui kolaborasi dengan berbagai elemen dalam mendorong pembangunan berbasis smart city di Indonesia. Dalam gerakan ini, Kementerian Kominfo melakukan proses pembimbingan dan pendampingan kepada pemerintah kota dan kabupaten yang terpilih dalam membuat rencana induk atau master plan pembangunan smart city,” jelas Menteri Johnny.

Pada tahun 2021 ini, pengembangan smart city di Indonesia turut diperluas untuk menjangkau destinasi pariwisata super prioritas. Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak dari pandemi COVID-19, di mana jumlah wisatawan mancanegara mengalami penurunan sebanyak 75 persen pada tahun 2020, serta 12,91 juta pekerja mengalami penurunan jam kerja dan 939 ribu pekerja kehilangan pekerjaannya. 

“Pengintegrasian pendekatan smart city ke dalam industri pariwisata dianggap dapat menjadi salah satu bentuk mekanisme menumbuhkan resiliensi di tengah disrupsi pandemi COVID-19, melalui konsep smart branding yang memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam mempromosikan kota, termasuk lokasi wisata," ungkapnya.

Menkominfo menambahkan Gerakan Menuju Smart City telah dimulai sejak tahun 2017. Di tahun 2019 program tersebut telah berhasil memfasilitasi 100 kabupaten dan kota di 23 provinsi dalam menyusun rencana induk atau master plan smart city. 

“Kali ini telah bergabung bersama kita para bupati, para walikota ataupun perwakilan pemerintah daerah dari 100 kota atau kabupaten smart city tersebut,” ujarnya. 

Johnny menyatakan, pengembangan smart city di Indonesia pada tahun 2021 diperluas menjangkau Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19 dan Pemerintah fokus untuk mempercepat pemulihan sektor itu.

“Di mana jumlah wisatawan manca negara mengalami penurunan sebanyak 75% di tahun 2020, 12,91 juta pekerja mengalami penurunan jam kerja, dan 939 ribu pekerja kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata,” ujarnya.

Sebagai tambahan informasi pada tahun 2021, Keminfo memfasilitasi pengembangan rencana induk Smart City untuk daerah sekitar Ibu Kota Negara Baru dan Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional (KPPN), yakni di daerah: (1) Danau Toba; (2) Tanjung Kelayang; (3) Borobudur; (4) Bromo-Tengger-Semeru; (5) Mandalika; (6) Morotai; (7) Likupang; (8) Wakatobi; (9) Raja Ampat; dan (10) Labuan Bajo. Total terdapat 70 kota/kabupaten yang terlibat dalam pengembangan smart city pada tahun 2021 ini, dengan 48 kota/kabupaten menjalani proses bimbingan insentif selama lebih dari empat bulan. 

Berita Lainnya