close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Izil Azhar atau Ayah Marine tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023). Alinea.id/Gempita Surya
icon caption
Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Izil Azhar atau Ayah Marine tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023). Alinea.id/Gempita Surya
Nasional
Rabu, 25 Januari 2023 20:09

Mantan Panglima GAM Izil Azhar tiba di KPK

Dengan pengawalan dua petugas, Izil yang kedua tangannya diborgol, digiring masuk ke Gedung Merah Putih KPK.
swipe

Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Izil Azhar, tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/1). Izil yang merupakan buronan KPK sejak 2018 itu, tiba dengan rombongan penyidik sekitar pukul 19.42 WIB.

Dengan pengawalan dua petugas, Izil yang kedua tangannya diborgol, digiring masuk ke Gedung Merah Putih KPK. Ia mengenakan jaket berwarna gelap, memakai topi, masker, lengkap dengan rompi oranye.

Selain itu, Izil juga tampak menunduk dan memilih bungkam saat ditanya awak media perihal penangkapan dirinya.

Diketahui, tim penyidik KPK menangkap Izil di Aceh pada Selasa (24/1). Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, sebelum diterbangkan ke Jakarta, Izil telah melalui proses pemeriksaan kesehatan. Ia dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tim penyidik KPK.

"Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan cek kesehatan dan lainnya. Hari ini dijadwalkan dibawa ke Jakarta," kata Ali saat dikonfirmasi, Rabu (25/1).

Izil ditangkap tim penyidik di wilayah Banda Aceh. Penangkapan dilakukan dengan bantuan tim dari Polda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Sebelum melakukan penangkapan terhadap Izil, tim penyidik KPK terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparat kepolisian Banda Aceh sejak Desember 2022. 

"DPO segera dibawa ke Jakarta untuk proses lebih lanjut," ujar Ali, Selasa (24/1). KPK mengapresiasi jajaran Polda Aceh yang membantu proses pencarian dan penangkapan Izil.

Berdasarkan catatan Alinea.id, KPK menetapkan Izil Azhar, tersangka korupsi dana otonomi khusus (otsus) Aceh atau DOKA 2018, sebagai DPO. Langkah ini dilakukan karena Izil tidak kooperatif dan kerap mangkir dari pemanggilan untuk menjalani pemeriksaan.

Padahal, KPK telah bersikap persuasif dan mengingatkan Izil agar menyerahkan diri secara baik-baik sehingga dapat dipertimbangkan sebagai faktor yang meringankan proses hukumnya.

Izil lebih dikenal dengan sebutan Ayah Marine mengingat latar belakangnya sebagai prajurit marinir. Setelah GAM berdamai dengan pemerintah Indonesia, Izil disebut sebagai orang dekat Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh 2007-2012. 

Kasus suap DOKA 2018 terbongkar seiring dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada empat tersangka, yakni Irwandi Yusuf; Bupati Bener Meriah 2017-2018, Ahmadi; serta dua swasta, Hendry Yuzal dan T. Syaiful Bahri. 

Ahmadi diduga menyuap Irwandi sebesar Rp1,5 miliar atas fee ijon proyek infrastruktur DOKA 2018. Uang tersebut digunakan Irwandi untuk kepentingan penyelenggaraan Aceh Marathon. 

Sementara itu, Izil menjadi perantara suap untuk memperkaya Irwandi sebesar Rp14,069 miliar. Uang tersebut diserahkan bertahap melalui Izil di rumahnya dekat bekas Terminal Setui, Banda Aceh.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan