logo alinea.id logo alinea.id

Massa unjuk rasa di Medan Merdeka diklaim 2.000 orang

Sejumlah massa berasal dari: GNPF, FPI, PA 212, mahasiswa hingga Alumni UI.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Jumat, 14 Jun 2019 10:14 WIB
Massa unjuk rasa di Medan Merdeka diklaim 2.000 orang

Bertepatan dengan sidang perdana sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), massa yang tergabung dalam beberapa elemen mulai menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Patung Kuda Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan Alinea.id, massa sudah berkumpul sejak pagi hari, tepatnya pukul 08.00 WIB. Massa membawa spanduk bertuliskan "Save Indonesia Democracy", "We Reject Fraudulence and Injustice", "Janganlah Kamu Berbuat Curang dalam Peradilan", dan "People Need Justice".

Aksi telah dimulai Pukul 09.00 WIB. Rombongan massa berhimpun di depan gedung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dan mengawali aksi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Kordinator lapangan (Korlap) aksi, Abdullah Hehamahua menjelaskan, setidaknya akan ada 2.000 massa yang hadir. Mereka semua datang dari Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

"Mungkin sekitar dua ribuan dari beberapa komponen. Misalnya, GNPF, FPI, PA 212, Alumni UI, dan beberapa kelompok mahasiswa," kata Abdullah di Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (14/6).

Abdullah yang merupakan mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku, kalau aksi yang dipimpinnya pada hari ini sudah mendapatkan izin dari kepolisian. 

Sehingga, massa boleh menggelar aksi asalkan sesuai dengan Undang-Undang (UU) yang berlaku. Salah satunya mulai pukul 08.00 WIB dan berakhir hingga pukul 18.00 WIB.

Abdullah mengaku telah mengimbau massa untuk membubarkan diri pukul 17.00 WIB. Massa juga tidak akan menggelar Salat Jumat di jalan dan akan melaksanakannya di masjid terdekat.

Sponsored

Kombespol Hadi Gunawan, petugas yang ditemui di lokasi menegaskan, peserta aksi hanya diperbolehkan menyampaikan pendapat di sekitar patung kuda. Sekitar 600 personel aparat juga dipastikan akan mengawal aksi massa di sekitar MK, depan Istana, dan Harmoni.

Selain itu, arus jalan juga akan dialihkan agar tidak ada kepadatan yang terjadi. Jalan akan dibagi menjadi dua arus, yakni pertama pada bagian arah timur Medan Merdeka akan diarahkan ke Tanah Abang. 

"Kedua, arus lalin dari Harmoni pada jalan Majapahit ditutup dan diarahkan untuk belok kiri. Jadi intinya mengarah ke Medan Merdeka Barat, Utara, dan Jalan Majapahit dialihkan," ungkap dia.

Sejak pagi hari aparat kepolisian juga terlihat sudah membuat barikade di Jalan Medan Merdeka Barat mengarah ke MK. Tampak beberapa kendaraan taktis, water cannon, mobil pengurai massa atau Raisa, dan barracuda. Selain itu, di sekitaran gedung MK polisi juga telah memasang kawat berduri.

Fenomena cocoklogi versus ilmu pengetahuan

Fenomena cocoklogi versus ilmu pengetahuan

Senin, 24 Jun 2019 22:15 WIB
Siasat turunkan harga tiket pesawat domestik

Siasat turunkan harga tiket pesawat domestik

Jumat, 21 Jun 2019 20:21 WIB