close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Foto: Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo saat acara peluncuran Government Technology (GovTech) Indonesia bernama INA Digital di Istana Negara, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)
icon caption
Foto: Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo saat acara peluncuran Government Technology (GovTech) Indonesia bernama INA Digital di Istana Negara, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)
Nasional
Rabu, 29 Mei 2024 06:55

Masuk GovTech Indonesia sederhanakan prosedur Jamsostek Mobile

Anggoro menyebut aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) yang saat ini telah digunakan oleh lebih dari 20 juta pengguna.
swipe

Government Technology (GovTech) Indonesia bernama INA Digital telah terbit. Istana Negara menjadi saksi transformasi digital tersebut.

Presiden Joko Widodo mengatakan, seluruh aplikasi dan platform milik masing-masing kementerian atau lembaga, serta pemerintah daerah akan terintegrasi. Jumlahnya saja sudah mencapai 27.000, dengan 15 kementerian pun menyepakatinya.

Maka dari itu, akselerasi transformasi digital dan pelayanan publik yang solutif dan transparan harus menjadi tujuan. Apalagi, kemudahan dan kepuasan masyarakat harus menjadi tolok ukur utama dalam memberikan pelayanan kepada publik.

“Mulai tahun ini berhenti membuat aplikasi yang baru, berhenti membuat platform-platform baru. Stop!” Kata Jokowi, di Istana Negara, Senin (27/5).

Jokowi menegaskan, pemerintah harus memperkuat infrastruktur digital publik. Fungsinya, semacam jalan tol untuk digitalisasi pelayanan publik. 

“Kita juga harus memperkuat transformasi GovTech kita, satu portal terintegrasi yang kita namakan INA Digital, yang di situ ada layanan pendidikan, layanan kesehatan dan pelayanan izin usaha, ada perpajakan dan lain-lainnya,” ujarnya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menegaskan, ada 9 layanan prioritas yang merupakan bagian dari rnana jangka pendek. Sementara layanan BPJS ketenagakerjaan merupakan salah satunya.

Ke depan, kata Azwar, masyarakat hanya perlu satu login dan mengisi data untuk dapat mengakses berbagai layanan dalam satu portal. Masyarakat bisa menggunakan data pribadi yang aman dan tanpa perlu memfotokopi KTP. 

“Satu portal terpadu ini berbasis pada kebutuhan masyarakat, bukan berdasarkan sekat birokrasi per instansi,” ujar Azwar.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengaku, saat ini  BPJS Ketenagakerjaan juga tengah fokus meningkatkan kualitas layanan yang berorientasi kepada peserta (customer centric). Langkahnya, melalui simplifikasi prosedur serta peningkatan keamanan data peserta.

Anggoro menyebut aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) yang saat ini telah digunakan oleh lebih dari 20 juta pengguna. Maka dari itu, sangat tepat jika dikolaborasikan dengan INA Digital. 

Sejalan dengan visi BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro berharap kolaborasi yang terbangun dapat mendorong pekerja Indonesia untuk lebih cepat dan mudah mengakses layanan BPJS Ketenagakerjaan dimanapun dan kapanpun.

Program ini sejalan dengan visinya dalam mewujudkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang terpercaya, berkelanjutan dan menyejahterakan seluruh pekerja indonesia. 

“Sehingga semakin banyak pekerja yang Kerja Keras Bebas Cemas karena telah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan sehingga menjadi sebuah langkah menuju Indonesia maju,” ujarnya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebayoran Baru Husaini mengatakan, dengan terintegrasinya layanan Jamsostek Mobile (JMO) dengan INA Digital ini tentunya akan semakin memperkuat komitmen kita dalam hal memberikan kemudahan layanan dan kepuasan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan (customer centric).

"Harapannya kedepan melalui kolaborasi aplikasi JMO dengan aplikasi INA Digital, kualitas dan keamanan data peserta juga akan semakin meningkat,” ucap Husaini terpisah, Selasa (28/5).

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan