sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menkes Terawan Agus Putranto, dokter langganan Prabowo

Terawan pernah menciptakan inovasi terkait metode 'cuci otak' yang dapat menyembuhkan banyak pasien stroke.

Soraya Novika
Soraya Novika Rabu, 23 Okt 2019 17:12 WIB
Menkes Terawan Agus Putranto, dokter langganan Prabowo
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Mayor Jenderal TNI Terawan Agus Putranto resmi menjabat sebagai Menteri Kesehatan setelah dilantik Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Rabu, 23 Oktober 2019. Ia menggantikan Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek. 

Sebelum resmi menduduki Menteri Kesehatan, dokter Terawan diketahui menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Ia merupakan dokter kepresidenan di masa pemerintahan Joko Widodo jilid I.

Lahir di Yogyakarta 5 Agustus 1954, dokter Terawan merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM). Selama berkarir, ia mengabdi sebagai dokter di kesatuan TNI AD  hingga akhirnya menjabat Kepala RSPAD selama lima tahun. 

Oleh Joko Widodo, dokter Terawan pernah diminta untuk merawat mendiang Ani Yudhoyono, istri Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, sebelum meninggal karena kanker darah di Singapura. Ia juga turut memantau kondisi kesehatan Presiden Ketiga RI BJ Habibie saat dirawat di RSPAD sebelum wafat.

Sebagi dokter, Terawan pernah menciptakan inovasi terkait metode 'cuci otak' yang dapat menyembuhkan banyak pasien stroke. Terbukti, sudah 40 ribu pasien yang sembuh dengan metode cuci otak ciptaan dokter Terawan. Karena kiprahnya, tak jarang para pesohor negeri ini menjadi langganannya. Salah satunya Prabowo Subianto.

Prabowo yang mengaku mengidap Vertigo sudah tiga kali berobat ke dokter Terawan. Berkat saran dokter Terawan ketika berobat, Prabowo kini sanggup berpidato sampai tiga jam tanpa jeda.

Namun demikian, dokter Terawan juga memiliki catatan miring. Ia pernah dipecat oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) selama 12 bulan dari keanggotaan IDI sejak 26 Februari 2018 sampai 25 Februari 2019. Keputusan IDI tersebut diambil setelah sidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI yang menilai Dokter Terawan melakukan pelanggaran etik kedokteran.

Saat dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Negara, dokter Terawan mengaku berdiskusi mengenai persoalan BPJS Kesehatan dan kekerdilan pada anak atau stunting. Dia mengaku akan akan melepas semua jabatannya untuk fokus mengurusi masalah kesehatan bangsa Indonesia. Termasuk keluar dari keanggotaan TNI. 

Sponsored

Kiprah dokter dari kalangan militer yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan bukan kali ini saja terjadi. Sebelum dokter terawan, sebelumnya telah ada lebih dulu Mayjen TNI Prof Dr Satrio yang menjabaat Menteri Kesehatan di era Presiden Soekarno atau sejak 1959 hingga 1966.

Berita Lainnya