sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Misi di balik kemunculan Riza Chalid di acara NasDem

Riza Chalid diduga tengah berusaha membangun kembali kekuasaan di sektor migas.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Rabu, 25 Jul 2018 15:52 WIB
Misi di balik kemunculan Riza Chalid di acara NasDem
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 70736
Dirawat 34668
Meninggal 3417
Sembuh 32651

Kemunculan taipan minyak Riza Chalid saat kuliah umum Presiden Joko Widodo dalam acara Akademi Bela Negara NasDem, sempat menjadi polemik di masyarakat. 

Sebab penyelesaian kasus "Papa Minta Saham" yang melibatkan dirinya belum benar-benar tuntas. Pengusaha raja minyak itu bahkan sempat mencatut nama Jokowi untuk kepentingannya.

Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa presiden sempat marah-marah dalam kasus pencatutan namanya. Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla memerintahkan Kepolisian untuk mencari mencari Riza Chalid. 

"Yang jelas beliau marah saat itu, sehingga presiden memerintahkan untuk mengusut pencatutan namanya. Jokowi kita tahu orang yang bersih dari berita suap dan mudah-mudahan beliau orang yang benar-benar bersih dari korupsi," kata Ferdinand dalam diskusi "Menyoal Kembalinya Eiza Chalid ke Panggung Politik, Sang Raja Minyak Kembali Lagi?" di Kedai Kopi Perjoeangan, Jalan Proklamasi, Jakarta (24/7).

Namun Riza kemudian buron dan tidak ditemukan, hingga akhirnya muncul dengan sendirinya pada acara salah satu partai pendukung pemerintah, yang juga dihadiri langsung oleh Jokowi.

Ferdinand mempertanyakan sikap NasDem dan Jokowi yang tak mempersoalkan kehadiran Riza Chalid. "Saya juga tidak tahu Surya Paloh mungkin juga lupa Riza Chalid terlibat dalam pencatutan nama presiden, dan saya anggap satu ruangan itu adalah pelupa. Mereka lupa kalau Riza Chalid dengan apa yang sudah dilakukannya dalam kasus papa minta saham," katanya.

Ferdinand pun menduga, ada kepentingan politik yang bertemu dengan kepentingan pengusaha dalam kehadiran Riza di acara NasDem. Sehingga kepentingan keduanya menghasilkan simbiosis mutualisme.

Pengamat politik dan hukum dari The Indonesian Reform, Martinus Amin, juga mengaku heran seorang buronan yang telah sejak lama dikejar, bisa hadir dalam acara partai dan dihadiri pula oleh presiden. 

Sponsored

Sedangkan, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, yang saat itu membubarkan Petral, justru terkena resuffle. 

Kemunculan Riza dan kekosongan pimpinan Pertamina

Ferdinand menilai, kemunculan Riza Khalid berkaitan dengan kekosongan Direktur Utama definitif Pertamina saat ini.

Terlebih dari tiga nama yang diusulkan jadi Dirut Pertamina, salah satunya adalah nama mantan Direktur Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). 

"Dari tiga nama yang diusulkan jadi Dirut Pertamina, kami telusuri ada satu nama bekas Direktur Petral dan benang merah kehadiran Riza Chalid, mungkin saja karena dia dekat dengan Petral," sebut Ferdinand. 

Ia menduga Riza Chalid sedang berusaha mensponsori seseorang agar menjadi Dirut Pertamina. Keberadaannya untuk membangun kembali kekuasaannya di sektor migas.

Adapun langkah Riza untuk merapat ke NasDem, disebut Ferdinand sebagai langkah tepat dalam rangka mewujudkan 'misi' tersebut. Sebab NasDem merupakan partai yang cukup dekat dengan Jokowi. Selain itu, Surya Paloh juga sempat pula bermain di sektor minyak.
 
"Kembalinya Riza Chalid ke sektor migas, beliau memilih jalur yang benar dengan bergabung ke Nasdem, sebab jika bergabung dengan Demokrat itu tak benar atau masuk ke Gerindra juga tidak benar," sebutnya.

Berita Lainnya