sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pakai serpihan keramik, 2 pria rampok uang Rp1,2 miliar

Dari dua pelaku yang diamankan, satu di antaranya telah tewas.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Kamis, 04 Jul 2019 18:52 WIB
Pakai serpihan keramik, 2 pria rampok uang Rp1,2 miliar

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Sondro, mengungkapkan pihaknya bersama masyarakat berhasil mengamankan dua pria yang merupakan pelaku perampokan uang sebesar Rp1,2 miliar di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Dari dua pelaku yang diamankan, satu di antaranya telah tewas.

“Satu pelaku perampokan dengan modus pecah kaca mobil di Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole tewas, dan satu tersangka lainnya masih dalam pemeriksaan anggota Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota,” kata Susatyo Purnomo Condro, di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/7).

Sebelum diamankan, Susatyo menjelaskan, kedua pelaku melancarkan aski perampokan pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka hanya butuh kurang dari semenit untuk merampok barang milik orang lain yang berada di dalam mobil. Dengan hanya bermodal serpihan keramik busi kendaraan bermotor, komplotan ini dengan mudah memecahkan kaca mobil korban yang sudah diintainya. 

“Biasanya mereka memantau aktivitas nasabah yang baru mengambil uang dalam jumlah besar,” kata Susatyo di Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (4/7).

Susatyo menambahkan, kaca yang dipecahkan oleh pelaku menggunakan serpihan keramik nyaris tak bersuara. Karena itu, korban kerap kali tak mengetahui jika barangnya raib dirampok. Adapun korban dalam perampokan kali ini merupakan seorang pengusaha di bidang peternakan dan perikanan. 

Susatyo mengungkapkan, kawanan perampok ini berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Mereka datang ke Sukabumi untuk bergabung dengan kelompoknya yang juga berasal dari Palembang. Diduga, kedua pelaku sudah beberapa kali melakukan aksi perampokan. Namun, terkait dugaan ini pihaknya masih melakukan pengembangan.

"Dari keterangan tersangka, ia datang ke Kota Sukabumi untuk bergabung dengan kelompoknya yang berasal dari Palembang. Dari hasil pemeriksaan ternyata kedua tersangka yang melakukan perampokan tersebut menggunakan identitas palsu seperti KTP dengan nomor NIK-nya tidak terdaftar," katanya.

Hingga saat ini, Susatyo mengatakan, polisi masih memburu tersangka lainnya yang merupakan komplotan perampok dengan modus pecah kaca tersebut. (Ant)

Sponsored
Berita Lainnya