sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pasar Cileungsi jadi klaster baru penularan Covid-19

Empat pedagang di Pasar Cileungsi positif Covid-19

Fathor Rasi
Fathor Rasi Jumat, 29 Mei 2020 22:28 WIB
Pasar Cileungsi jadi klaster baru penularan Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 60695
Dirawat 30091
Meninggal 3036
Sembuh 27568

Pasar Cileungsi, Bogor, Jawa Barat ditetapkan sebagai klaster baru penularan coronavirus disease 2019 atau Covid-19 setelah ada empat pedagan dinyatakan positif oleh tim dokter.

"Empat orang terkonfirmasi positif merupakan Klaster Pasar Cileungsi, satu pedagang daging, satu pedagang ikan asin dan dua orang pedagang buah," kata Bupati Bogor Ade Yasin di Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/05).

Keempat pedagang itu, lanjut Ade, langsung diisolasi sesuai standar penanganan pasien Covid-19, dan akan dilakukan pemeriksaan swab kepada orang-orang yang kontak erat dengan empat pedagang tersebut.

Pihaknya akan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di area pasar, termasuk melakukan pemeriksaan cepat atau rapid test secara masal terhadap para pedagang Pasar Cileungsi.

"Ada pembatasan pengunjung untuk masuk pasar, wajib masker," ujar Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Bogor itu.

Selain empat pedagang, Pemerintah Kabupaten Bogor juga mencatat ada tiga pasien positif Covid-19 lainnya pada Jumat (29/5), sehingga jumlahnya ada tujuh orang.

Pada periode yang sama enam pasien Covid-19 Kabupaten Bogor dinyatakan sembuh. Mereka terdiri dari laki-laki usia 43 tahun asal Kemang, laki-laki usia 50 tahun asal Kemang, laki-laki usia 54 tahun asal Kemang, perempuan usia 39 tahun asal Kemang, dan laki-laki usia 56 tahun asal Tajurhalang.

Hingga Jumat (29/5) malam, Bogor memiliki 194 pasien Covid-19. Sebanyak 47 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan 13 orang lainnya dilaporkan meninggal dunia.

Sponsored

Pemkab Bogor juga mencatat ada 1.570 orang dalam pemantauan (ODP), 1.301 di antaranya sudah selesai dipantau, dan 1.567 pasien dalam pengawasan (PDP), 1.113 di antaranya sudah selesai diawasi. (Ant)

Berita Lainnya