close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Warga mengamati permukiman bantaran Sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Foto Antara/M. Risyal Hidayat
icon caption
Warga mengamati permukiman bantaran Sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Foto Antara/M. Risyal Hidayat
Nasional
Kamis, 22 Oktober 2020 10:57

Rencana Pemprov DKI bongkar rumah pinggir sungai mendapatkan dukungan

Masyarakat yang rumahnya di pinggir sungai, diharap tak keberatan direlokasi dan mau dipindahkan ke rusun.
swipe

DPRD DKI Jakarta menyambut baik langkah Pemprov yang berencana membongkar rumah-rumah di bantaran sungai dalam upaya penanggulangan banjir di ibu kota.

Pasalnya tempat tinggal atau pemukiman yang ada di pinggir sungai dapat membahayakan warga, lantaran rentan sekali longsor dan terendam banjir dari luapan kali.

"Salah satu upaya penanggulangan banjir ya adalah dengan melakukan normalisasi sungai atau kali. Mau tidak mau, harus pelebaran," kata Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan saat dikonfirmasi, Kamis (22/10).

Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD DKI ini pun meminta pengertian kepada masyarakat yang rumahnya di pinggir sungai, agar tak keberatan direlokasi dan mau dipindahkan ke rusun milik Pemda DKI. 

"Untuk itu kami mohon pengertian dari warga masyarakat yang mungkin perlu direlokasi. Ada program Pemprov DKI Jakarta, yaitu dengan pindah ke rumah susun yang banyak dibangun di DKI Jakarta ini," jelasnya.

Judistira menyebut keputusan tersebut harus bisa segera dijalankan sebagai salah satu upaya penanggulangan banjir. Bila pemprov terus mengulur-ngulur pembongkaran itu, masalah banjir tak akan rampung. 

"Mudah-mudahan dalam dua tahun beliau memimpin ini, bisa banyak yang dikerjakan dan fokus terhadap penanggulangan banjir. Dan perlu diingat normalisasi sungai itu hanya salah satu upaya. Perbaikan drainase kota dan pemukiman saya rasa juga penting untuk diperbaiki," tutur dia.

Seperti diketahui, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemprov DKI akan membongkar sejumlah rumah yang berdiri di bantaran sungai. Ia menduga rumah-rumah tersebut pangkal dari banjir Jakarta saat musim hujan.

Langkah itu diambil Riza karena Pemprov DKI tak ingin terulang lagi peristiwa banjir dan longsor di Jalan Damai RT4/RW2, Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/10) lalu.

Kejadian itu menyebabkan empat rumah tertimpa bangunan perumahan Melati Residence, satu warga meninggal dunia dan dua orang luka-luka. Mirisnya satu korban yang meninggal dunia ialah ibu hamil. Selain itu, peristiwa itu juga menyebabkan 300 rumah terendam banjir. 

img
Ardiansyah Fadli
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan