close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Menparekraf Sandiaga Uno dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo memberikan keterangan pers, di Media Center G20 Bali, Selasa (15/11) (Dok. Humas Setkab)
icon caption
Menparekraf Sandiaga Uno dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo memberikan keterangan pers, di Media Center G20 Bali, Selasa (15/11) (Dok. Humas Setkab)
Nasional
Selasa, 15 November 2022 21:53

Perekonomian di Bali tumbuh selama G20, daya saing pariwisata ditingkatkan

Ekonomi pada kuartal III-2022 tumbuh signifikan sebesar 8,9%.
swipe

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan, geliat ekonomi di Bali mengalami pertumbuhan pada kuartal III tahun 2022. Salah satu faktornya yakni pelaksanaan rangkaian kegiatan pertemuan di bawah Presidensi G20 Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga dalam keterangan pers di auditorium, Media Center G20 Bali, Bali Internasional Convention Center (BICC), Selasa (15/11).

"Ekonomi pada kuartal III-2022 tumbuh signifikan sebesar 8,9% (year on year), yang merupakan peningkatan besar dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencatatkan kenaikan 3,5%," kata Sandiaga dalam keterangannya.

Sandiaga menyebut, pertumbuhan ini diproyeksikan akan berlanjut di triwulan IV-2022. Ia mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi di Bali dapat terus didorong usai berakhirnya gelaran puncak KTT G20 di Pulau Dewata tersebut.

"Kami berharap dengan KTT G20, puncak pertumbuhan ekonomi Bali, bersamaan dengan musim liburan, akan terus mendorong ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas," tuturnya.

Disampaikan Sandiaga, terdapat beberapa faktor yang juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Bali, selain gelaran G20, yakni meningkatnya frekuensi maskapai penerbangan, fokus pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan berkualitas, serta adanya delapan kawasan ekonomi khusus (KEK).

"Termasuk yang banyak dinanti kawasan ekonomi khusus kesehatan di Sanur, Bali. Ada juga digitalisasi di berbagai sektor ekonomi, khususnya pariwisata dan ekonomi kreatif," ujar dia.

Lebih lanjut, imbuh Sandiaga, pihaknya terus berupaya mendorong peningkatan daya saing pariwisata Bali di tingkat global. Salah satunya melalui paket insentif dan paket wisata yang menarik guna mendatangkan lebih banyak penerbangan dari maskapai global.

Selain itu, Kemenparekraf juga mengembangkan program wisata bahari, khususnya pelayaran dengan menggabungkan berbagai destinasi menarik di Bali. Hal ini merupakan bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi.

"Bandara juga meningkatkan kapasitas logistik dan komoditas unggulan di luar Bali, seperti komoditas perikanan dan kerajinan, fesyen, serta kuliner untuk diekspor," ujar Sandiaga.

Sandiaga juga mengatakan, upaya pemulihan ekonomi Bali dilakukan secara holistik dan komprehensif. Dalam hal ini, pihaknya melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah serta lebih banyak perempuan dan generasi muda.

"Pemulihan ini harus bersifat holistik dan komprehensif dengan konsep no one left behind," ucapnya.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan