logo alinea.id logo alinea.id

Polri buru teroris JAD dan JI yang buron ke luar negeri

Densus 88 menggandeng aparat kepolisian di sejumlah negara untuk memburu para teroris.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 29 Jul 2019 15:15 WIB
Polri buru teroris JAD dan JI yang buron ke luar negeri

Aparat kepolisian terus memburu anggota jaringan teroris Indonesia, bahkan yang melarikan diri ke luar negeri. Saat ini, polisi memburu sel-sel jaringan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Islamiah (JI), yang berbaiat kepada ISIS, yang berada di sejumlah negara. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri telah menjalin kerja sama dengan kepolisian di sejumlah negara untuk membantu menangkap mereka. 

“Saat ini Densus lagi intens komunikasi dengan antiteror dari Filipina, Afganistan, Malaysia, dan koordinasi dengan interpol melalui Hubinter (Divisi Hubungan Internasional),” kata Dedi, Senin (29/7).

Upaya ini dilakukan untuk mengejar sejumlah tersangka kasus terorisme yang telah ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Beberapa di antaranya telah diketahui merupakan anggota JAD dan berada di zona abu-abu di salah satu kota di Afghanistan.

“DPO yang dari WNI diduga masih berada di Khurasan,” ujar Dedi.

Keberadaan sejumlah WNI pelaku terorisme di Afghanistan diketahui setelah polisi mengamankan Novendri. Novendri alias Abu Zahran alias Abu Jundi yang merupakan penyalur dana JAD, ditangkap di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Padang, Sumatera Barat pada Kamis, 18 Juli 2019 lalu. 

Dari penangkapan Novendri, Densus 88 mengetahui adanya 12 penyandang dana asal luar negeri untuk JAD. Dana tersebut ditampung oleh Saefullah yang berada di Afghanistan.

Densus 88 juga menemukan informasi keberadaan Andi Baso yang buron di Filipina. Ia merupakan anggota JAD yang memberangkatkan Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh. Pasangan suami istri ini merupakan pengantin bom gereja di Filipina Januari 2019 lalu.

Sponsored