sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polri tambah tenaga medis tangani korban gempa Cianjur

Kapolri telah memberikan instruksi kepada Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri untuk mengerahkan tenaga medisnya.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Rabu, 23 Nov 2022 13:06 WIB
Polri tambah tenaga medis tangani korban gempa Cianjur

Kepolisian Republik Indonesia (Polri), mengerahkan tenaga medis tambahan dari Mabes Polri untuk memberikan perawatan di rumah sakit bagi setiap korban gempa Cianjur. Hal itu diketahui setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi korban gempa di RS Bhayangkara Cianjur.

Sigit mengatakan, telah memberikan instruksi kepada Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri untuk mengerahkan tenaga medisnya. Sebab, ia menemukan penanganan korban gempa dengan patah tulang belum maksimal.

“Kami akan mengirim dokter tambahan dari Mabes untuk bisa membantu korban-korban yang rata-rata patah tulang, supaya bisa diatasi di sini,” kata Sigit kepada wartawan, Rabu (23/11).

Penanganan yang kurang maksimal lantaran sejumlah rumah sakit terdampak gempa. Namun ia memastikan pelayanan untuk membantu penanganan korban maupun pasien yang dirawat tidak terganggu. 

Oleh sebab itu, Polri akan membantu untuk mendirikan tenda darurat di rumah sakit Bhayangkara sehingga tetap bisa melayani pasien maupun korban gempa yang dirawat. 

“Tentunya ada beberapa perbaikan ke depan yang akan kita laksanakan, tetapi prinsipnya kita masih bisa melayani pasien-pasien di rumah sakit bhayangkara, termasuk kita siapkan juga tenda-tenda tambahan serta tempat untuk trauma healing,” ungkap dia. 

Lebih lengkap Sigit menyampaikan masih memfokuskan evakuasi penyelamatan korban, menyiapkan lokasi pengungsian, dan mempersiapkan dapur umum. 

“Baru setelah itu perawatan terhadap korban-korban tentunya juga jadi prioritas,” ujar Sigit. 

Sponsored

Untuk mencegah aksi kriminalitas terhadap rumah-rumah yang ditinggal pemilik karena mengungsi, Sigit telah memerintahkan Kapolda Jawa Barat dan Kapolres Cianjur melakukan patroli selama 24 jam.

“Tadi saya sudah perintahkan kapolda dan kapolres untuk melaksanakan patroli terhadap rumah-rumah yang saat ini ditinggal oleh masyarakat kemudian mengungsi, saya minta 24 jam dilaksanakan patroli,” beber dia. 

Sigit menambahkan, guna menghindari perbedaan informasi terkait dengan jumlah korban akibat gempa. Polri bersama dengan, TNI, BNPB, BMKG, Basarnas dan pihak rumah sakit akan merilis secara bersama-sama setiap sore pukul 5. 

 “Jadi tiap sore, setiap jam 5, kami update jumlah korban. Kami rilis bersama,” demikian  Sigit.

Berita Lainnya
×
tekid