sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Posisi 3 bagian KRI Nanggala-402 ditemukan, segini jaraknya

TNI AL menyampaikan perkembangan terkini upaya evakuasi kapal selam KRI Nanggala-402.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 18 Mei 2021 11:53 WIB
Posisi 3 bagian KRI Nanggala-402 ditemukan, segini jaraknya

TNI Angkatan Laut (AL) menyampaikan perkembangan terkini upaya mengevakuasi kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Utara Bali, Rabu (21/4). Panglima Koarmada II Laksamana Muda Iwan Isnurwanto menyebut, tiga bagian-bagian dari KRI Nanggala telah ditemukan.

Pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 telah melibatkan Polri, Basarnas, Bakamla, Malaysia, Australia, Singapura, Malaysia, hingga Amerika Serikat. KRI Rigel juga telah mendeteksi posisi terakhir KRI Nanggala-402 pada Sabtu (24/4). Kemudian, data temuan KRI Rigel dilanjutkan MV Swift Rescue dari Singapura untuk memastikan posisi kapal selam KRI Nanggala-402.

“Setelah dilaksanakan identifikasi lebih lanjut, maka bagian-bagian dari KRI Nanggala telah ditemukan, di mana posisi haluan, di mana posisi anjungan, dan di mana posisi buritan,” ucapnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (18/5).

Berdasarkan hasil temuannya, jarak antara haluan dengan anjungan kurang lebih 107 meter. Sementara itu, perkiraan kapal selam mengalami kedaruratan kurang lebih 47 meter dari posisi KRI Nanggala-402 saat ini (pascatenggelam). Sedangkan untuk jarak antara anjungan dan buritan kurang lebih 36 meter.

Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana Yudo Margono telah memerintahkan pembentukan gugus tugas Salvage KRI Nanggala-402 untuk menindaklanjuti hasil temuan tersebut. Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmada II, Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya ditunjuk sebagai Komandan Gugus Tugas Salvage KRI-Nanggala 402.

Sebelumnya, Kapal selam KRI Nanggala-402 dikabarkan hilang kontak di perairan utara Bali, Rabu (21/4) saat melakukan penyelaman pada pukul 03.46 WIB. Kemudian, KRI Nanggala 402 melakukan penggenangan peluncuran torpedo pada 04.00 WIB.

“Penggenangan peluncur torpedo. Jadi, bukan rudal yah, peluncur torpedo nomor 8 yang merupakan komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala pada pukul 04.25 saat komandan gugus tugas latihan akan memberikan otorisasi penembakan torpedo. Disitulah, komunikasi dengan Nanggala terputus,” ucapnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/4).

Kapal selama KRI Nanggala-402 telah dioperasikan TNI Angkatan Laut sejak 1981. Ketika kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak, posisi terakhir terdeteksi berada pada kedalaman 600-700 meter. Kapal selam KRI Nanggala-402 membawa beberapa torpedo dan 53 orang (49 anak buah kapal, 1 komandan kapal, dan 3 orang artileri senjata angkatan laut) dalam uji coba latihan tersebut.

Sponsored
Berita Lainnya