close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Presiden Jokowi berharap bonus demografi tidak menjadi beban. YouTube/Sekretariat Presiden
icon caption
Presiden Jokowi berharap bonus demografi tidak menjadi beban. YouTube/Sekretariat Presiden
Nasional
Rabu, 22 Februari 2023 15:40

Presiden Jokowi harap bonus demografi tidak menjadi beban

Jokowi tidak ingin Indonesia terus-terusan menjadi negara berkembang.
swipe

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyuarakan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Sebab, bakal menghadapi bonus demografi atau usia produktif lebih banyak daripada yang tidak.

"Jumlah pemuda sekarang ini sangat besar, struktur demografi Indonesia sekarang ini didominasi oleh generasi muda. Tahun 2023, jumlah penduduk kita sudah 280 juta, pemudanya untuk usia 15-30 sudah di angka 66,3 juta," kata Jokowi dalam sambutannya pada Pembukaan Muktamar XVIII PP Pemuda Muhammadiyah 2023 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (22/2).

Jokowi menekankan pentingnya pemuda berperan mendukung Indonesia melompat menjadi negara maju. Menurutnya, bonus demografi dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin agar berdampak positif bagi kemajuan negara.

"Yang namanya pemuda ini sangat penting sekali bagi negara kita. Bonus demografi yang kita dapatkan jangan sampai menjadi beban, tetapi mestinya menjadi modal kita untuk melompat maju, menjadi negara yang adil, makmur, dan berkemajuan, Indonesia maju," tutur Jokowi.

Kemudian, Jokowi mencontohkan Korea Selatan, Taiwan, dan Jepang yang sudah menjadi negara maju. Selain pengembangan SDM, ujar Jokowi, kunci lain agar Indonesia maju adalah memiliki produk yang dibutuhkan negara lain sehingga ketergantungan.

"Korea Selatan itu memiliki yang namanya digital komponen, yang semua negara, semua perusahaan itu membutuhkan. Taiwan itu memproduksi yang namanya cip, yang semua negara, semua perusahaan besar itu membutuhkan dan tergantung pada mereka," ujar Jokowi.

Jokowi tidak ingin Indonesia terus-terusan menjadi negara berkembang. Oleh karena itu, Jokowi mau Indonesia melakukan lompatan untuk menjadi negara maju.

"Dengan sumber daya alam (SDA) yang banyak, negara-negara di Amerika Latin tetap terus menjadi negara berkembang. Kita tidak mau seperti itu. Kita sekarang negara berkembang, tapi keinginan untuk menjadi negara maju itu harus dengan cara apa pun, harus," tegas Jokowi.

Jokowi lalu mengingatkan pentingnya hilirisasi sumber daya, khususnya di sektor pertambangan. Pasalnya, hal ini dinilai dapat meningkatkan nilai tambah dibandingkan bahan mentah.

"Nilai tambah yang kita akan dapat itu bisa berlipat-lipat. Jangan sampai kita sudah berpuluh-puluh tahun bahkan beratus tahun sejak VOC, yang kita ekspor itu selalu bahan mentah, selalu raw material sehingga nilai tambahnya kita tidak punya," papar Jokowi.

Ditambahkan Jokowi, pelaksanaan Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah diharapkan berkontribusi positif dalam menghasilkan langkah besar guna mewujudkan Indonesia maju. Apalagi, Muhammadiyah merupakan organisasi dengan jangkauan yang besar dan luas se-Indonesia.

"Saya betul-betul menaruh harapan besar pada Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah ini untuk menghasilkan agenda besar dan langkah-langkah besar, mengapa? Karena Muhammadiyah adalah nama besar brand besar, organisasi pelopor pembaharuan Islam di Indonesia," ucap Jokowi.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan