sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Puting beliung di Cirebon tewaskan balita dan lukai 18 orang

Angin Puting Beliung juga merusak 165 unit rumah warga.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 31 Des 2018 09:16 WIB
Puting beliung di Cirebon tewaskan balita dan lukai 18 orang

Angin puting beliung menerjang Desa Panguragan Kulon Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon kemarin sore, Minggu (30/12). Akibat angin puting beliung, sebanyak 165 unit rumah milik warga rusak dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

"Satu orang meninggal dunia dan sembilan orang luka-luka akibat angin puting bliung," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwonugroho dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta pada Senin, (31/12).

Selain merusak rumah warga, kata Sutopo, puting beliung juga merusak dua mushola. Tak hanya itu, angin juga memadamkan listrik saat kejadian.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan koordinasi dengan pihak desa dan para relawan. Pendataan pun dilakukan untuk memastikan apakah ada korban jiwa lainnya dan bangunan yang rusak.

"Gardu listrik juga langsung diupayakan untuk segera diperbaiki," pukasnya.

Selain itu BPBD juga segera melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan, polsek, koramil, Basarnas, dan PMI Kab. Cirebon. Menurut Sutopo sampai saat ini belum dapat ditaksir berapa kerugian akibat bencana tersebut.

BPBD juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera menghubungi call center apabila terjadi peristiwa serupa. Pasalnya kondisi cuaca di wilayah tersebut dinyatakan berawan.

Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Faozan, mengatakan kejadian bencana angin puting beliung itu terjadi sekitar jam 15.30 WIB.

Sponsored

"Akibatnya 165 rumah milik warga, satu bangunan sekolah dan dua mushala rusak," kata Faozan.

Adapun seorang balita yang meninggal dunia saat kejadian tersebut, kata Faozan, yakni bernama Herdi (3). Tak hanya itu, sebanyak 18 orang juga mengalami luka-luka.

Saat ini, BPBD bersama personel dari TNI dan Polri serta masyarakat tengah berupaya melakukan pembersihan puing-puing rumah yang rusak. BPBD juga terus melakukan upaya pendataan serta mengevakuasi masyarakat yang rumahnya rusak ke tempat lebih aman.

"Tim masih melakukan pendataan berkoordinasi dengan pihak desa maupun relawan," ujar Faozan.

Dia menambahkan saat ini juga ada beberapa warga yang mengungsi akibat kejadian angin puting beliung, karena mereka masih khawatir dan cemas.

"Ada warga yang mengungsi sementara di Masjid Baiturrahman dan posko kesehatan di Puskesmas Panguragan," kata Faozan.

Selain merusak bangunan, angin puting beliung juga menumbangkan pohon sehingga aliran listrik pun terputus dan sampai saat ini masih gelap.