close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Petugas medis mengambil sampel lendir dari seorang pengunjung pasar saat tes swab di Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2020). Foto Antara/Asprilla Dwi Adha
icon caption
Petugas medis mengambil sampel lendir dari seorang pengunjung pasar saat tes swab di Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2020). Foto Antara/Asprilla Dwi Adha
Nasional
Senin, 18 Mei 2020 17:32

Real time ODP Covid-19 45.047, PDP 11.422 

Pemerintah telah memeriksa sebanyak 190.660 spesimen dari 143.035 orang.
swipe

Sebanyak puluhan ribu masyarakat masih berada dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan belasan ribu pasien dalam pemantauan (PDP) diawasi oleh Kemenkes hari ini. Jumlah ini lebih kecil dari yang sebelumnya disebutkan pemerintah, karena hanya yang masih menjalani pemantauan dan pengawasan yang masuk dalam hitungan. Sisanya telah menjalani pemantauan dan pengawasan oleh Kemenkes.

"Kami hanya melaporkan ODP seluruh Indonesia yang kita pantau hari ini, yaitu sebanyak 45.047 orang. Sementara kasus PDP yang masih kita awasi saat ini berjumlah 11.422 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (18/5).

Yuri juga menyampaikan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 190.660 spesimen dari 143.035 orang. Dari pemeriksaan tersebut, Kemenkes mendapatkan kenaikan angka positif Covid-19 sebesar 496 orang. Dengan demikian, total masyarakat terinfeksi coronavirus menjadi 18.010 orang.

Sementara itu, Kemenkes juga mendapatkan peningkatan dalam kasus sembuh sebesar 195 orang, sehingga totalnya menjadi 4.324 orang. Kasus meninggal juga turut meningkat sebanyak 43 orang, sehingga totalnya menjadi 1.191 orang.

Karena masih terdapat kenaikan jumlah kasus, Yuri meminta kepada masyarakat agar dapat beradaptasi dengan norma normal yang baru. Menurut hematnya, cara ini dapat mencegah penularan Covid-19.

"Ini yang harus kita perhatikan bersama-sama. Tentu yang pertama adalah rajin cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir minimal 20 detik, kemudian mulai menghilangkan kebiasaan untuk menyentuh wajah pada saat kita belum cuci tangan, gunakan masker saat keluar rumah, hindari kerumunan," ucap Yuri memaparkan.

Artikel ini ditulis oleh :

img
Achmad Al Fiqri
Reporter
img
Gema Trisna Yudha
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan