logo alinea.id logo alinea.id

Riwayat sakit Habibie

Pria kelahiran Parepare, 23 Juni 1936 itu meninggal karena digerogoti penyakit yang menyertai usianya yang kian lanjut.

Khudori
Khudori Rabu, 11 Sep 2019 19:17 WIB
Riwayat sakit Habibie

Indonesia kembali kehilangan putra terbaik. Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal di RSPAD Gatot Soebroto. Ia meninggal karena sakit yang dideritanya dan dirawat intensif sejak 1 September 2019. Jenazah akan dibawa ke rumah duka di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan.

Pria kelahiran Parepare, 23 Juni 1936 itu meninggal karena digerogoti penyakit yang menyertai usianya yang kian lanjut. Sebelum meninggal, Habibie sempat ditangani oleh 44 dokter yang tergabung dalam tim dokter kepresidenan. Mereka adalah para dokter spesialis dari berbagai bidang, dari ahli jantung hingga otak. 

Selasa (10/9) kemarin, kondisi Habibie dikabarkan membaik. Ketua tim dokter kepresidenan dr Azis Rani menyatakan bahwa Habibie tengah berada dalam pengawasan ketat dan harus banyak istirahat. "Dalam perawatan sekarang diperlukan pengobatan yang komperehensif, mencakup berbagai gangguan organ yang terjadi," kata dr Azis Rani. 

Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie, kemarin juga menjelaskan kondisi sang ayah. Thareq mengungkapkan kondisi Habibie sudah stabil dan membaik. Namun, Habibie masih lemas serta lelah saat diajak komunikasi.

"Cuma Bapak sangat lemes sangat capek diajak ngomong bereaksi, diajak ditanya manggut bisa tetapi jawab tidak ada bahwa Bapak itu dalam keadaan kritis sudah membaik sudah stabil," kata Thareq, Selasa (10/9) kemarin.

Thareq enggan menjelaskan secara detail kondisi Habibie guna menghormati privasi sang ayah agar diberikan waktu istirahat dan pulih kembali. "Toh, nanti kalau sudah sehat lagi siapa pun bisa diterima. Akan tetapi, juga tidak seperti zaman dahulu lagi, harus sesuai umur bahwa kita harus sadar beliau itu sudah 83 jalan ke-84," tutur Thareq.

Sebelum meninggal, bapak dua orang anak ini memang sempat keluar masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan. Pada 2014, Habibie dirawat di rumah sakit RSPAD Gatot Soebroto. Sebelum dipindahkan, ia sempat dirawat di Rumah Sakit Borromeus, di Kota Bandung. Diduga, Habibie kelelahan. 

Sehari sebelum dirawat, Habibie menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Kalla di Kompleks Parlemen, Jakarta. 

Sponsored

Pada 2016, Habibie kembali dirawat di RSPAD. Saat itu, Habibie didiagnosa mengalami infeksi bakteri. Akibatnya, suhu tubuh Habibie sempat mengalami demam selama beberapa hari. 

Dua tahun setelahnya, yakni pada 2018, Habibie kembali menjalani perawatan karena kondisinya menurun. Saat itu, dikabarkan ia kelelahan setelah melakukan kegiatan di berbagai kota di Indonesia. Di tahun yang sama, ia juga sempat dirawat di Jerman karena mengalami kebocoran klep jantung.

Akibat kebocoran itu, sempat terjadi penumpukan air pada paru-paru almarhum hingga 1,5 liter. Hal ini membuat Habibie sulit bernafas. Tekanan darah Habibie juga meningkat sampai 180 ke atas. Presiden Joko Widodo pun mengutus Tim Dokter Kepresidenan ke Jerman untuk memantau kesehatan Habibie. 

Habibie kembali dirawat intensif di RSPAD Gatot Soebroto sejak 1 September 2019. Setelah dirawat selama 11 hari, suami Hasri Ainun Besari itu meninggal pukul 18.03 WIB.