sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Munarman sebut keliru tanya kepulangan Rizieq ke FPI

FPI menilai pihak yang dapat menjelaskan kapan Rizeq kembali ke Indonesia adalah pemerintah.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Minggu, 01 Des 2019 14:03 WIB
Munarman sebut keliru tanya kepulangan Rizieq ke FPI
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 22271
Dirawat 15497
Meninggal 1372
Sembuh 5402

Rencana kepulangan pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab masih belum jelas. Rizieq hampir dipastikan tidak hadir dalam Reuni 212 yang akan berlangsung besok (2/12). 

Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengakui, belum dapat memastikan kepulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi. Hal tersebut dinyatakan guna merespons pertanyaan media, soal kepulangan Rizieq jelang Reuni Akbar 212.

Menurut Munarman, tidak tepat jika menanyakan kepulangan Rizieq kepada FPI. Pihak yang dapat menjelaskan kapan Rizieq kembali, jelas Munarman, adalah pemerintah Indonesia.

"Ini pencekalan berujung pengasingan terselubung yang terhubung dengan kekuasaan dan kehendak politik rezim pemerintah," kata Munarman dalam keterangan resmi pada Minggu (1/12).

FPI masih percaya, pencekalan kepada Rizieq merupakan peran pemerintah Indonesia. Bahkan, diuraikan mereka, Kerajaan Arab Saudi sudah berupaya menanyakan apa yang diinginkan oleh pemerintah, namun pemerintah terkesan buang badan.

Padahal Rizieq, kata Munarman ingin sekali kembali ke Tanah Air menjelang Reuni Akbar 212 yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rizieq disebut sangat antusias untuk menghadirinya.

"Jadi sepatutnya masalah pengasingan atau pencekalan ini dipertanyakan kepada otoritas pemerintah juga. Hal ini penting sebagai kontrol sosial dalam perspektif negara hukum yang berkeadilan dan berkemanusiaan," papar Munarman.

Antara Rizieq dan Kerajaan Arab Saudi, ditegaskan Munarman, tidak pernah ada masalah. Kerajaan Arab Saudi sangat menghormati Rizieq selaku tamu sebagaimana adab Islam. 

Sponsored

"HRS bebas melakukan aktivitas, tidak pernah ada tekanan dan intimidasi dari Kerajaan Arab," sambungnya.

Sebelumnya, kepulangan Rizieq santer beredar jelang Reuni Akbar 212. Bahkan sempat tersebar sebuah video yang telah dinyatakan hoaks dengan gambar penyambutan Rizieq di Bandara.

Berita Lainnya